Anda berkata Anda berjalan tanahmu
Tapi ketika saya berpikir tentang hal ini
Saya tidak melihat bagaimana Anda bisa
Anda sakit, Anda melanggar
Dan aku bisa melihat rasa sakit di mata Anda
Kata berubah semua orang
Dan aku tidak tahu mengapa
Begitu sedikit waktu
Cobalah untuk mengerti bahwa aku
Mencoba untuk bergerak hanya untuk tinggal dalam permainan
Saya mencoba untuk tetap terjaga dan ingat nama saya
Tapi semua orang yang berubah dan saya tidak merasakan hal yang sama
Kau pergi dari sini
Segera Anda akan hilang
Memudar menjadi cahaya indah
'cos berubah semua orang
Dan aku tidak merasa benar
Begitu sedikit waktu
Cobalah untuk mengerti bahwa aku
Mencoba untuk bergerak hanya untuk tinggal dalam permainan
Saya mencoba untuk tetap terjaga dan ingat nama saya
Tapi semua orang yang berubah dan saya tidak merasakan hal yang sama
Begitu sedikit waktu
Cobalah untuk mengerti bahwa aku
Mencoba untuk bergerak hanya untuk tinggal dalam permainan
Saya mencoba untuk tetap terjaga dan ingat nama saya
Tapi semua orang yang berubah dan saya tidak merasakan hal yang sama
Jumat, 02 Januari 2015
small letters from friends
small letters from friends
life is a constant battle for survival
and as we go on, the rules changes
on a daily basis......
our mission is not to escape, but to survive
not to deal with triumph, but to deal with failures...
not tu run away from fear, masct it......
it take courage to keep on fighting !
so, if you feel that the rules shifted one step higher,
deal with it with greator faith and never surrender........
puisi
Sahabat dan Persahabatan
Sahabat itu
kawan bukan lawan
Datang saat
duka, saat air mata bagai deras hujan
Gabung saat suka, saat air kedamaian manari dalam cawan
Gabung saat suka, saat air kedamaian manari dalam cawan
Sahabat itu rekan
bukan relawan
Yang rela datang
bagai pahlawan
Namun lenyap
sekejap berlahan-lahan
Sahabat itu
teman bukan preman
Bersatu hati
untuk membangun
Bukan bergaya
gaya tak karuan
Sahabat itu
bukan cuma sekedar kawan
Bukan hanya
sekedar teman
Dan bukanlah
semata-mata rekan
Sahabat itu
sapuh tangan pengering air mata,
aspirin saat
sakit kepala
Sahabat itu
perangsang tuk menari bersama,
Musik saat sepi
melanda
Sahabat itu
tempat berbagi,
curahan hati
saat terkianati
Namun,
Sahabat itu
warga bukan keluarga
Bukan rumah
pertama dimana kita bersama
Tapi rumah kedua
dimana kita bersua
Kamis, 20 November 2014
resensi ibd
Nama Kelompok:
1. Adhi Ridho M : 10514215
2. Albert Ferdinand : 10514725
3. Intan Yuliawati : 15514389
4. Rifah Sultanandar : 19514340
5. Sujabat Kartiko Sidi : 1A514497
Resensi novel angkatan 1966 "ZIARAH"
Judul : “ZIARAH”
Pengarang : Iwan Simatupang
Angkatan : 1966
Penerbit : Djambatan
Tebal : 148 Halaman
Pengarang : Iwan Simatupang
Angkatan : 1966
Penerbit : Djambatan
Tebal : 148 Halaman
Sinopsis
Novel Ziarah karya Iwan Simatupang adalah novel yang menceritakan seorang pelukis terkenal seantero negeri yang dibuat terkapar tidak berdaya alias shock dan trauma setelah ditinggal mati istrinya yang sangat dia cintai. Istri yang dia kawini dalam perkawinan secara tiba-tiba. Suatu ketika pelukis mencoba bunuh diri karena ketenaran karya lukisnya yang memikat semua orang dijagat bumi ini mengakibatkan ia memiliki banyak uang dan membuat dia bingung. Karena kebingungannya ini sang pelukis berniat bunuh diri dari lantai hotel dan ketika terjun dia menimpa seorang gadis cantik. Dan tanpa diduga pula sang pelukis langsung mengadakan hubungan jasmani dengan si gadis diatas jalan raya. Hal ini membuat orang-orang histeris dan akhirnya seorang brigadier polisi membawa mereka ke kantor catatan sipil dan mengawinkan mereka.
Hidup bahagia bersama sang istri membuat pelukis benar-benar kehilangan. Apalagi setelah dia tahu bahwa istrinya mati karena telah melihat ibu kandungnya ada bersama gerombolan nona-nona tua yang menyaksikan kebahagiaan mereka saat hidup dalam gubuk tepi laut. Pelukis pun langsung pergi kekantor sipil guna mengurusi penguburan istrinya tetapi tak ada tanggapan positif dari pengusaha penguburan.Itu terjadi karena pelukis tak tahu apa-apa tentang istrinya.Yang dia tahu hanyalah kecintaan pada istrinya. Sehingga mayat istrinya terkatung-katung karena tak memiliki surat penguburan yang syah. Pelukis pun menghilang ketika dicari walikota (merupakan walikota kedua dalam novel ini,dia adalah wakil walikota yang diangkat menjadi walikota setelah walikota pertama gantung diri karena tak bisa memecahkan masalah mengundang pelukis saat akan ada kunjungan tamu asing) yang ikut menghadiri penguburan istri pelukis.
Sampai akhirnya pengusaha penguburan itu menyesali perbuatannya dan dengan keputusan walikota akhirnya mayat istri pelukis dikuburkan.Sampai penguburan usai pelukis tak kelihatan. Saat kembali ke gubuknya dia melihat wanita tua kecil. Tak tahu itu siapa,ternyata adalah ibu kandung dari si gadis. Bercerita panjang tentang masa lalunya yang suram dan sampai saat terakhir dia bertatapan dengan anaknya yang justru membuat delima bagi si anak. Lalu pergi sambil menagis. Dan sesaat kemudian pelukis ada dalam gubuknya,memandangi keadaan sekitar yang penuh karangan bunga, membakarnya sampai habis. Hingga tersisa beberapa yang ia bawa ke kuburan istrinya. Ia titipkan karangan bunga pada centeng perkuburan. Ziarah tanpa melihat makam istrinya.
Setelah itu hidup pelukis semakin tak tentu arah.Ia seolah tak pernah percaya bahwa istrinya telah mati. Pagi harinya hanya digunakan untuk menunggu istrinya ditikungan entah tikungan mana dan malam harinya dituangkan arak keperutnya,memanggil Tuhannya,meneriakkan nama istrinya,menangis dan kemudian tertawa keras-keras.
Hingga akhirnya datang opseter perkuburan yang meminta dia mengapur tembok perkuburan kotapraja yang sebelumnya telah berbekas pamplet-pamplet polisi bahwa dia dicari.
Pelukis menerima tawaran itu dan esoknya ia mulai bekerja mengapur tembok perkuburan kotapraja itu 5 jam berturut-turut tiap harinya, sedangkan opseter perkuburan mengintip dari rumah dinasnya. Pekerjaan baru pelukis ini membawa perubahan tingkah laku pelukis sehingga membuat seluruh negeri geger. Hingga walikota akan memberhentikan opseter perkuburan. Tetapi ketika mengantar surat pemberhentian kerja itu, walikota malah mati sendiri karena kata-kata opseter tentang proporsi. Sebelumnya juga pernah terjadi kekacauan dinegeri karena opseter pekuburan memakai rasionalisme dalam kerjanya dan hanya memberi instruksi kerja pada selembar kertas pada pegawainya.
Setelah beberapa hari pelukis mengapur tembok perkuburan pada suatau hari dia bergegas pulang sebelum 5 jam berturut-turut. Opseter perkuburan heran kemudian mendatanginya dan ternyata pelukis ingin berhenti bekerja. Opseter kebingungan tetapi pelukis menjelaskan bahwa dia tahu maksud opseter memperkerjakannya. Bahwa selain untuk kepentingan opseter sendiri, Opseter ingin pelukis menziarahi istrinya yang sudah tiada itu. Keesokan harinya Opseter ditemukan gantung diri. Pekuburan geger, tetapi hanya sedikit sekali empati dari pegawai-pegawai pekuburan. Maklum mereka hanya mengenal Opseter lewat instruksi kerjanya saja tanpa pernah bertemu dan mengenalnya. Penguburan opseter berlangsung cepat. Setelah penguburan, pelukis bertemu Maha guru dari Opseter yang kemudian menceritakan riwayat Opseter.
Diakhir cerita,pelukis akhirnya pergi ke balai kota melamar menjadi Opseter Pekuburan. Untuk Ziarah yang terus-menerus pada mayat-mayat manusia,pada mayat istrinya.
Unsur
Intrinsik Novel
a. Tema: Ziarah Kubur
b. Penokohan:
-
Utama: Pelukis, Istri Pelukis, Opseter Perkuburan
-
Antagonis : Istri
-
Protagonis : Pelukis
-
Tritagonis : Opseter PekuburanMahaguru Opseter
-
Pembantu:Walikota,Wakil Walikota,maha guru Opseter, Ayah Opseter, orang
Buta profesional, kepala Negara, perdana
menteri, Nona-nona tua, brigadier polisi, mandor dan pegawai pekuburan, kepala
dinas pekerjaan umum, official, centeng pekuburan
c. Alur : Alur dalam
novel ini memang sedikit membingungkan pembaca.
Pengarang sengaja menggunakan alur “Flash Back”. Pembaca diajak untuk mengernyitkan dahi karena cerita diawal novel bukanlah awal cerita, melainkan awal cerita baru diceritakan dibagian berikut dalam novel. Alias pembaca diajak ke waktu sebelumnya oleh pengarang dengan sentuhan filsafat yang amat menarik dan berkesinambungan.
Ini jelas terlihat diawal novel saat disebutkan sang pelukis begitu kehilangan setelah ditinggal mati istrinya, tetapi dibagian belakang malah pembaca diajak untuk mengikuti kisah pertemuan pelukis dengan istri, kehidupan mereka yang mengundang banyak pesona, dan saat-saat terakhir istrinya mati. Bukan hanya pelukis dan istri saja saja tetapi pengarang juga mengajak pembaca untuk mengikuti kisah balik kehidupan opseter sebelum menjadi opseter.
Pengenalan pengenalan-pengenalan Tokoh-tokoh novel, baik pelukis, opseter dan juga istri opseter yang tersaji bukan hanya diawal novel.
Pengarang sengaja menggunakan alur “Flash Back”. Pembaca diajak untuk mengernyitkan dahi karena cerita diawal novel bukanlah awal cerita, melainkan awal cerita baru diceritakan dibagian berikut dalam novel. Alias pembaca diajak ke waktu sebelumnya oleh pengarang dengan sentuhan filsafat yang amat menarik dan berkesinambungan.
Ini jelas terlihat diawal novel saat disebutkan sang pelukis begitu kehilangan setelah ditinggal mati istrinya, tetapi dibagian belakang malah pembaca diajak untuk mengikuti kisah pertemuan pelukis dengan istri, kehidupan mereka yang mengundang banyak pesona, dan saat-saat terakhir istrinya mati. Bukan hanya pelukis dan istri saja saja tetapi pengarang juga mengajak pembaca untuk mengikuti kisah balik kehidupan opseter sebelum menjadi opseter.
Pengenalan pengenalan-pengenalan Tokoh-tokoh novel, baik pelukis, opseter dan juga istri opseter yang tersaji bukan hanya diawal novel.
-
Pemunculan konflik :Kematian istri pelukis,yang menjadi awal
derita pelukis.
-
Konflik :Opseter pekuburan menyuruh pelukis untuk mengapur tembok
luar komplek pekuburan.
-
Antiklimaks: Pelukis tahu tujuan sebenarnya opseter pekuburan
memperkerjakannya
-
Peleraian : Mahaguru opseter menceritakan semua tentang riwayat
opseter pekuburan.
d. Sudut pandang: Orang
ketiga (Dia,nya)
e. Setting Tempat:
-
di tikungan : ”….disalah satu tikungan….(1)
-
Rumah kecil : ”…kekamar kecil.disatu rumah kecil….(1)
-
Di kakilima : ”…langkah-langkahnya dikakilima…(6)
-
Di kedai arak : ”sekencang-kencangnya ke kedai arak..(2)
-
Di pekuburan : ”..suasana pekuburan di tengah hari…(10)
-
Di rumah dinas opseter: ” ..jendela rumah dinasnya…(11)
-
Kantor dinas walikota: ”..sidang darurat badan pekerja harian.(12)
-
Di alun-alun kota : ”…orang-orang dialun-alun ikut….(19)
-
Diistana Negara : ”…kabinet kepada parlemen…(35)
-
Dilintasan lari : ”…bertulisan benar-benar :FINISH..(55)
-
Di hotel : ”..kamarnya ditingkat empat hotel itu (73)
-
Diaspal jalan raya : ”..yang sedang asyik diatas aspal panas(73)
-
Di kantor catatan sipil : ”..eh catatan sipil,supaya hal yang…(74)
-
Digubuk tepi pantai : ”..kegubuk yang masih utuh di pantai (89)
-
Rumah nyonya tua : ”..rumah kami dilalui serdadu serdadu(119)
-
LPAYLITK : “..lembaga pemeliharaan anak-anak yang
Lahir dari Ibu Yang Tidak Kawin…(120)
Lahir dari Ibu Yang Tidak Kawin…(120)
-
LPWTYS : ”.Lembaga Pemeliharaan Wanita-wanita
Tua Yang Sendiri..(122)
Tua Yang Sendiri..(122)
-
Tembok luar perkuburan: ”dia melompat turun dari tembok…(126)
-
Balai kota : ”…ke balai kota…(140)
f. Waktu:
- Pagi hari : ”… saya minum arak sepagi ini…(7)
….paginya dia selalu gembira…(1)
….esoknya pagi-pagi benar kepala…(30)
- Tengah hari : ”…persis tengah hari mereka…(10)
….lepas sedikit tengah hari…(11)
- Pagi hari : ”… saya minum arak sepagi ini…(7)
….paginya dia selalu gembira…(1)
….esoknya pagi-pagi benar kepala…(30)
- Tengah hari : ”…persis tengah hari mereka…(10)
….lepas sedikit tengah hari…(11)
-
Sore hari/senja : ”…menjelang benamnya matahari dia..(11)
…matahari segera akan tenggelam…(104)
…matahari segera akan tenggelam…(104)
-
Malam hari : ”…begitu malam jatuh perutnya…(1)
…persis jam 12 tadi malam…(31)
…kepanas makanan malamnya….(134)
…persis jam 12 tadi malam…(31)
…kepanas makanan malamnya….(134)
g. Suasana:
-
Gembira : ”..menggegar suatu tawa gempita..(15)
-
Sunyi : ”..sunyi senyap di pekuburan itu…(133)
-
Takut : ”..bukan sorak sorai!tapi teriakan…(55)
-
Ramai : ”..ketengah orang ramai itu……..(55)
-
Panic : ”Hadirin geger…..(55)
-
Kacau : ”mandor melihat opseter keluar rumah.(52)
-
Gelisah : ”..dia mulai gelisah.dia melihat…(89)
-
Hening : ”sesudah itu hening sehening-heningnya(3)
-
Sedih : ”.demi satu titik membasah dimatanya(123)
h. Kepengarangan:
Iwan Martua Lokot Dongan Simatupang, atau biasa
dipanggil Iwan Simatupang. Beliau dilahirkan di Sibolga 18 Januari 1928 dan
meninggal di Jakarta 4 Agustus 1970. Sebelum menulis novel ini, beliau menulis
beberapa novelnya yang terkenal, seperti Merahnya Merah yang mendapat hadiah
nasional 1970 dan novel Ziarah itu sendiri dalam terjemahan Bahasa Inggris yang
mendapat hadiah roman ASEAN terbaik tahun 1977.
Kelebihan:
Ceritanya sangat menarik, sentuhan filsafat
pengarang benar-benar tersaji dalam novel ini. Tak kurang dalam setiap bagian
novel terdapat kalimat-kalimat yang merupakan ilmu filsafat. Ada beberapa bagian dalam novel yang bisa dikatakan sebagai
penunjuk bahwa pengarang memiliki daya humor yang cukup tinggi. Dalam
menghadirkan sebuah masalah pengarang tidak sungkan untuk mendramatisir, tapi
endingnya juga sangat mengagumkan. Karena dengan penambahan cerita yang
didramatisir itu justru semakin membuat semangat pembaca. Terdapat juga
istilah-istilah
berbau filsafat yang diolah menjadi kesatuan kalimat yang benar-benar membawa pembaca ke arah pemikiran-pemikiran logis dan membenamkan pembaca dalam novel yang memiliki keindahan ilmu filsafat dari pengarang sendiri.
berbau filsafat yang diolah menjadi kesatuan kalimat yang benar-benar membawa pembaca ke arah pemikiran-pemikiran logis dan membenamkan pembaca dalam novel yang memiliki keindahan ilmu filsafat dari pengarang sendiri.
Kekurangan:
Dalam penulisan novel ini, pengarang masih
tetap memakai bahasaIndonesia walaupun banyak sekali ejaan-ejaan yang tak baku. Pembaca harus benar-benar mengerti maksud pengarang dulu sebelum dibuat tertawa membayangkan bahwa itu sangat lucu.
THE
DILEMA
BIARA
OR TIARA
“Regal, sekarang kamu harus berpikir matang-matang, kamu harus memilih antara tiara atau biara.Ingat regal, tolong gunakan hatimu”.
Kata-kata terakhir tiara sebelum melangkah meninggalkan regal saat pertemuan terakhir mereka disebuah taman, disebuah kota kecil nan sepi, broko.Kembali terngiang dibenak regal. Yah, kata-kata itu bagaikan hantu yang selalu menerornya disetiap kesendiriannya terlebih disetiap malam sebelum matanya benar-benar terkatup. Dan hal serupapun kembali terjadi malam ini.
Namun mala mini lebih berbeda dari malam-malam sebelumnya. Malam ini terasa lebih pilu dan sunyi. Didalam sebuah kamar biara yang berukuran super sempti, diatas tempat tidur besi beralaskan kasur tipis ia berbaring. Matanya menengadah keatas menatapi langit-langit kamar yang bercat putih menambah kekosongan jiwanya dan membuatnya lebih tenggelam dalam lamunanya. Namun lamunnya kali ini disokong oleh akal sehatnya, seperti ia sendirilah yang membiarkan dirinya tenggelam kedalam lamunnya itu.Lamun itu adalah sebuah kenangan, yah pantasnya disebut mengenang.
Akibat dari bisikan tiara yang selalu menghantuinya membuat regal membiarkan pikirannya dihuni oleh kenangan-kenangan indah dahulu bersama kekasih hatinya, tiara. Ia terkenang akan saat-saat pertama medekati tiara, saat mengungkapkan cintanya pada tiara dikantin sekolah yang saat itu sempat ditolak oleh tiara. Namun ia tetap gigih untuk mendapatkan cinta tiara, ingga ia kembali mengungkapkan cintanya kepada tiara disaat ujian semester berlangsung.
Pada saat itu tiara sedang dengan seriusnya mengerjakan soal-soal ujian matematika, dan kebetulan regal mendapat nomor ujian yang tempat duduknya sebangku dengan tiara. Saat pengawas ujian sedang tidak memperhatikan mereka, regal memegang tangan kanan tiara yang sedang memegang pensil 2B, menatap mata tiara dan kembali menyatakan cintanya. Kali ini tiara tersenyum dan berbisik lembut, “kita lanjutin lagi bicaranya setelh ujian yah…” dan akhirnya tiara menerima pernyataan cinta regal.
Dua setengah tahun berlalu penuh keceriaan dan kasih sayang diantara mereka. Mereka telah menciptakan kenangan-kenangan indah yang sulit terlupakan. Merekapun berhasil menjaga baik benih-benih cinta yang teah mereka tanam dihati mereka. Sampai suatu saat….
Ujian akhir nasional telah berlalu dan pengumuman kelulusan pun telah diumumkan. Entah keajaiban apa yang terjadi membuat regal dan tiara lulus dengan nilai yang sangat tinggi, mereka berdua pun tidak mempercayainya “ ah mungkin tuhan lagi baik hati”, canda mereka. Namun saat-saat beginilah yang paling memilukan, karena mereka semua harus berpisah menuju pilihan hidup yang baru untuk menuju masa depan yang cerah.
Hal yang serupa pun akan terjadi pada dua sejoli ini, dan mereka telah menyadarinya. Disebuah taman kota yang bagi para anak muda menyebutnya dengn taman cinta broko, mereka berdua duduk dibawah kaki patung pahlawan yang bediri gagah perkasa sambil mengacungkan pedang keatas. Ditaman inilah kejadian menyakitkan terjadi, ditaman inilah kata pisah terungkai dalam kalimat, disinilah lambaian tangan dan langkah kaki menjauh tercipta dan disinilah benih-benih cinta mereka yang telah tumbuh akhirnya layu dan mati.
Saat itu mereka duduk bersebelahan, sunyi dan sepi.”sekarang kita harus bagaimana?Apa kamu yakin dengan pilihan mu?Apa kamu bersi teguh untuk masuk biara dan meninggalkan tiara?Terus apalah artinya cinta kita selama ini?pernyataan beruntun tiara memecahkan kebisuan diantara mereka.
Regal diam tak bekutik. Tak ada kata-kata yang keluar dari mulutnya, entah bingung untuk menjawab ataukah tak menemukan kata yang tepat untuk berkomentar, yang pasti ia hanya menunduk bisu. Wajahnya ia lenyapkan diantara lututnya. Ia sedang dalam dilemma yang besar. Ia harus memilih kekasih hati atau suara hati. Keduanya begitu mulia dimata hatinya bagaikan emas dan berlian, siapakah yang mampu membuang salah satunya?
Malam semakin larut, udara bertambah dingin, suasana semakin pilu dan makin mencengkam. Bintang-bintang yang tadinya terang benderang kini redup, bagaikan ikut merasakan suasana hati kedua sejoli ini. Detak jarum detik dari arloji yang dikenaka regal semakin terdengar keras, namun detak jarum jam itu tak sebanding dengan cepatnya degup jantung kedunya.
Tiba-tiba tiara berdiri dari duduknya, seketika itu regal tersadar dari kebingungannya. Sambil berjalan pelan tiara berkata “Tiara rela ko melepas kamu, asal kamu juga rela melepas tiara”. Tiara terus berjalan menuju parkiran, sedangkan regal masih tersimpuh dibawa patung itu sambil matanya terus memandangi perginya tiara hingga lenyap hilang bersama ojek yang ditumpanginya.
“Ding…dang…dung…” lonceng biara berbunyi tiga kali pertanda semua lampu harus dimatikan dan semuanya harus segera tidur. Bunyi lonceng itupun mengembalikan kesadaran regal dan sekaligus melenyapkan kenangan-kenangan itu dipikirannya. Regal pun bangun dan berniat mematikan lampu kamarnya, tanpa sadar ia merasakan butiran-butiran halus mengalir di kedua pipinya. Dengan malu ia mengusapnya, mematikan lampunya dan membenamkan dirinya kedalam selimutnya yang tipis.
Kamis, 16 Oktober 2014
TUGAS IBD ( MANUSIA DAN CINTA KASIH )
Manusia Dan Cinta Kasih
BAB I PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Cinta merupakan
pengalaman yang sangat menarik yang pernah kita alami dalam hidup ini. Sangat
disesali, orang pada umumnya masih bingung akan apakah cinta itu sesungguhnya.
Kebingungan mereka semakin bertambah ketika dunia perfileman memperkenalkan
arti cinta yang salah dimana penekanan akan cinta selalu dititik beratkan pada
perasaan dan cerita romantika.
Dari jaman dulu sampai sekarang hakikat cinta
kasih masih menjadi perbincangan yang tidak dibatasi secara jelas dengan makna
yang luas pula. Walaupun, sulit juga untuk diungkapkan dan diingkari bahwa
cinta adalah salah satu kebutuhan hidup manusia yang cukup fundamental. Begitu
fundamentalnya sampai-sampai membawa Khalil Gibran, seorang punjagga terkenal,
berpendapat bahwa “Cinta hanyalah sebuah
kemisterian”. Cinta sangat erat dalam kehidupan dan tidak bias di pisahkan
dalam kehidupan. Tidak pernah selintas pun orang berpikir bahwa cinta itu tidak
penting. Mereka haus akan cinta, mereka butuh akan cinta.
Kendati pun
demikian, hampir setiap orang tidak pernah berpikir tentang apa dan bagaimana
cinta itu. Padahal berpikir tentang apa dan bagaimana cinta itu, cinta bisa diibaratkan sebagai suatu seni
yang sebagaimana bentuk seni lainnya sangat memerlukan pengetahuan dan latihan
untuk bisa menggapainya.
Begitupun dengan
kasih sering sekali kita terkecoh bahkan sulit untuk membedakan cinta dan kasih
itu sendiri. Oleh karena itu, penulis sangat tertarik mengambil judul makalah
Manusia dan Cinta Kasih, agar dapat membantu kita semua untuk lepas dari
ketidak jelasan Cinta Kasih yang selalu menjadi bahan perenungan, diskusi,
cerita yang tidak pernah ada akhirnya.
1.2
Rumusan
Masalah
Berdasarkan
uraian di atas maka berikut penulis akan merumuskan beberapa rumusan masalah
sebagai berikut :
- Apakah pengertian cinta kasih tersebut?
- Apakah pengertian kasih sayang?
- Apa sajakah macam-macam cinta itu?
- Bagaimana mewujudkan rasa cinta dan kasih sayang agar kehidupan tentram dan damai terjadi?
1.3
Maksud dan
Tujuan
Adapun maksud
dan tujuan pembahasan makalah ini, yaitu berdasarkan rumusan masalah di atas .
- Untuk mengetahui makna cinta kasih
- Untuk mengetahui makna kasih sayang
- Untuk mengetahui macam-macam cinta
- Untuk mengetahui cara mewujudkan rasa cinta kasih dan sayang agar hidup tentram dan damai tercapai
BAB II PEMBAHASAN
2.1
Pengertian
Cinta Kasih dan Sayang
Ada beberapa
pendapat mengenai pengertian cinta kasih. Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia
karangan W.J.S. Purwodarminta, cinta
adalah rasa sangat suka (kepada) atau rasa sayang (kepada), ataupun rasa sangat
kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih, artinya perasaan
sayang atau cinta (kepada) atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian, arti
cinta dan kasih itu hamper sama sehingga kata kasih dapat dikatakan lebih
memperkuat rasa cinta. Oleh karena itu, cinta kasih dapat diartikan sebagai
perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas
kasihan.
Walaupun cinta
dan kasih mengandung arti yang hamper sama, antara keduanya terdapat perbedaan,
yaitu cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam, sedangkan
kasih merupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa, mengarah pada orang atau
yang dicintai. Dengan kata lain, bersumber dari cinta yang mendalam itulah
kasih dapat diwujudkan secara nyata.
Erich Fromm (1983: 24-27) dalam bukunya
Seni Mencintai menyebutkan bahwa
cinta itu terutama member, bukan menerima, dan member merupakan ungkapan yang
paling tinggi dari kemampuan. Yang paling penting dalam member adalah hal-hal
yang sifatnya manusiawi, bukan materi. Cinta selalu menyertakan unsure-unsur
dasar tertentu, yaitu pengasuhan, tanggung jawab, perhatian, dan pengenalan.
Dr. Sarlito W. Sarwono mengemukakan
bahwa cinta itu memiliki tiga unsure, yaitu ketertarikan, keintiman, dan
kemesraan. Keterikatan adalah perasaan untuk hanya bersama dia, segala
prioritas hanya untuk dia. Keintiman yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan dan
tingkah laku yang menunjukan bahwa antara Anda dan dia sudah tidak ada jarak
lagi sehingga panggilan-panggilan formal seperti Bapak, Ibu, Saudara digantikan
dengan sekedar memanggil nama atau sebutan seperti sayang. Sedangkan kemesraan
adalah adanya rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kangen jika jauh dan lama
tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang mengungkapkan rasa sayang. Ketiga unsur
cinta tersebut sama kuatnya, jika salah satu unsur cinta itu tidak ada maka
cinta itu tidak sempurna atau dapat disebut bukan cinta.
Secara
sederhana cinta kasih adalah perasaan kasih sayang yang dibarengi unsur
terikatan, keintiman dan kemesraan (Cinta Ideal / Segitiga Cinta) di sertai
dengan belas kasihan, pengabdian yang diungkapkan dengan tingkah laku yang
bertanggung jawab. Tanggung jawab yang diartikan akibat yang baik, positif,
berguna, saling menguntungkan, menciptakan keserasian, keseimbangan dan
kebahagiaan.
2.2
Pengertian
Kasih Sayang
Pengertian
kasih sayang menurut kamus umum bahasa Indonesia karangan W.J.S Poerwadaminta
yitu perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka pada seseorang. Dalam
berumah tangga kasih sayang merupakan kunci kebahagiaan. Kasih sayang ini
merupakan pertumbuhan dari cinta. Dalam kasih sayang sadar atau tidak dituntut
tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian,
saling terbuka, sehingga keduannya merupakan
suatu kesatuan yang utuh. Seorang remaja menjadi frustasi, morfinis, berandalan
dan sebagainya itu disebabkan karena kekurangan perhatian dan kasih sayang
dalam kehidupan keluarga.
2.3
Macam-macam
Cinta
Menurut Erich
Fromm (1983 : 54) dalam bukunya Seni Mencintai mengemukakan tentang adanya
berbagai macam-cinta yang dapat di uraikan sebagai berikut :
- Cinta Diri Sendiri
Secara alami
manusia mencintai dirinya sendiri (self love) dan banyak orang yang menafsirkan
cinta diri sendiri diidentikan dengan egoistis. Jika demikian cinta diri sendiri
ini bernilai negatif. Namun apabila diartikan bahwa cinta diri sendiri adalah
mengurus dirinya sendiri, sehingga kebutuhan jamsmani dan rohaninya terpenuhi
seimbang ini bernilai positif. Dengan
demikian cinta terhadap dirinya tidak harus dihilangkan tetapi harus berimbang
dengan cinta kepada orang lain untuk berbuat baik.
- Cinta Sesama Manusia / Persaudaraan
Cinta kepada
sesama manusia atau persaudaraan (agape. Bahasa Yunani) itu merupakan watak
manusia itu sendiri dan diwujudkan dalam tingkah laku atau perbuatannya kepada
sesama manusia. Perbuatan dan perlakuan yang baik kepada sesama manusia bukan
berarti karena seseorang itu membela, menyetujui, mendukung dan berguna, bagi
dirinya, melainkan dating dari hati nuraninya yang ikhlas disertai tujuan yang
mulia. Motivasi perbuatan dan perlakuan seseorang mencintai sesama manusia itu
disebabkan karena pada dasarnya manusia tidak dapat hidup sendirian (manusia
sebagai makhluk social) dan sudah merupakan suatu kewajiban.
- Cinta Erotis
Cinta yang erat
dorongannya dengan dorongan seksual (sifat membirahikan) ini merupakan sifat
eksklusif (khusus) yang bias memperdayakan cinta yang sebenarnya. Hal itu
dikarenakan cinta dan nafsu tersebut letaknya tidak berbeda jauh. Disi lain
Cinta erotis jika didasari dengan cinta ideal, kasih sayang, keserasian maka
berfungsi dalam melestarikan keturunan dalam ikatan yang sah yaitu pernikahan.
Sebaliknya jika tidak didasari kasih sayang yaitu nafsu yang membutakan akal
pikiran sehingga yang ada hanya nafsu birahi didalamnya akan timbul rasa
ketidak puasan bias berakhir dengan sebuah perceraian bahkan akan mungkin
timbul juga perselingkuhan atau ke tempat pelacuran yang didalamnya tidak
mungkin akan timbul rasa kasih
sayang karena yang ada hanya nafsu birahi berhubungan badan saja, dengan uang
sebagai bayarannya.
- Cinta Keibuaan
Kasih sayang itu
bersumber dari cinta keibuan, yang paling asli dan yang terdapat pada diri
seorang ibu terhadap anaknya sendiri. Ibu dan anak terjalin suatu ikatan
fisiologi. Seorang ibu akan memelihara anaknya dengan hati-hati penuh dengan
kasih sayang dan naluri alami seorang ibu. Sedangkan menurut para ahli ilmu
jiwa berpendapat bahwa dorongan kebapakan bukan karena fisologis, melainkan
dorongan psikis.
- Cinta terhadap Allah
Merupakan puncak
cinta manusia, yang paling jernih, spiritual dan yang dapat memberikan tingkat
perasaan kasih sayang yang luhur, khususnya perasaan simpatik dan sosial. Cinta
yang ikhlas seorang manusia kepada Allah akan membuat cinyta menjadi kekuatan
pendorong yang mengarahkannya dalam kehidupan dan menundukkan semua bentuk
cinta yang lain.
- Cinta terhadap Rasul
Ini merupakan
ideal yang sempurna bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun
berbagai sifat luhur lainnya.
2.4
Mewujudkan
Cinta Kasih
Untuk dapat
mewujudkan cinta kasih dan sayang dalam kehidupan agar tentram damai dan
bahagia dapat dengan cara :
- Cara mewujudkan cinta diri sendiri
Dapat dilakukan
dengan mengurus dirinya sendiri, sehingga kebutuhan jasmani dan rohani dirinya
sendiri terpenuhi secara wajar. Contohnya mandi, menyisir rambut, memaka wangi-
wangian, mengenakan baju yang sopan tidak melanggar adat atau norma yang ada.
- Cara mewujudkan cinta sesama manusia / persaudaraan
Dapat dilakukan
dengan perbuatan yang bersifat sosial dan kemanusian. Contohnya saling tolong
menolong, kerja bakti, saling tepo seliro, Jean Henry Dunant ( 1882-1910)
seorang bankir dan penulis berkebangsaan Swiss yang atas suka relanya menolong
setiap orang yang menderita luka-luka dalam pertempuran Solferino (1859)
mendirikan Palang Merah International (1863)
- Cara mewujudkan cinta erotis
Dapat dilakukan
apabila dilandasi dasar cinta kasih yang bertanggung jawab dan tidak melanggar
adat atau norma yang ada. Contohnya cinta eotis seorang lelaki terhadap
perempuan yang di sudah di ikat pernikahan di dasari percintaan.
- Cara mewujudkan Cinta Keibuan
Dapat dilakukan
dengan dilandasi kasih sayang ibu yang tak terhingga terhadap anaknya dari
sejak dikandung, melahirkan, dan mengurus sampai menikahkan dengan tanpa pamrih
sedikitpun dan doanya yang selalu menginginkan dan melihat anaknya bahagia di
jauhkan dari segala kesusahan.
- Cara mewujudkan Cinta kepada Allah
Dapat dilakukan
dengan dilandasi cinta yang teramat sangat dan meniadakan Tuhan selain Allah
dengan beraqidah yang kokoh dan bertaqwa atau menjalankan segala perintah dan
menjauhi larangan yang sudah di tentukan Nya.
- Cara mewujudkan Cinta kepada Rasull
Dapat dilandasi
dengan cinta dengan mencontoh suri teladan yang baik yang ada pada diri rasul
yaitu sidiq, tablig, amanah, dan fatonah yang di laksanakan setiap saat selama
masih diberi kehidupan oleh sang maha hidup.
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari pembahasan ini dapat ditarik
suatu kesimpulan :
- Manusia pada hakikatnya tidak akan dapat terpisahkan dari Cinta kasih dan sayang
- Cinta kasih Ideal itu adanya tiga unsur yaitu keterikatan, keintiman dan kemesraan atau sering juga di sebut Segitiga Cinta yang satu sama lain harus sinergi, selaras, seimbang satu sama lain.
- Cinta dan kasih mengandung arti yang hamper sama, tapi antara keduanya terdapat perbedaan, yitu cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam sedangkan kasih meupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa mengarah kepada yang dicintai.
- Cinta itu mulia, bisa sangat indah, cinta itu sebuah kebahagiaan, tetapi manakala cinta itu tidak sesuai dengan apa yang diharpakan, apa yang diperkirakan dan apa yang didambakan bertolak belakang dari kenyataaan yang sudah terlanjur tercipta dalam angan-angan maka cinta bisa sangat menyakitkan dan menimbulkan penderitaan yang luar biasa.
3.2 Saran
Dengan diselesaikannya makalah
ini penulis berharap makalah ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan
pembaca. Selanjutnya penulis juga
mengharapkan kritik dan saran guna peningkatan kualitas dalam penulisan
makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA
Alamsyah, M 1987. Budi
Nuarani Filsafat Berikir. Jakarta :Titik Terang.
Suryadi, M.P 1985. Ilmu
Budaya Dasar. Buku Materi Pokok. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Universitas Terbuka.
Poedjawijatna, I.R. 1986. Etika, Filsafat Tingkah Laku. Jakarta : Bina Aksara.
Faisal, Sanapiah dan Mappiare. Tanpa Tahun. Demensi-Demensi Psikologi. Surabaya :
Usaha Nasional.
From.Erich. 1983. Seni
Mencintai. Jakarta: Sinar Harapan
http://ibd99.blogspot.com/2012/12/makalah-manusia-dan-cinta-kasih.html
Dikutip dari Heri Anggara
KESIMPULAN
Penulis menyimpulkan tulisan tentang "manusia dan cinta kasih" yang ditulis oleh seorang penulis yang bernama Heri Anggara sebagai tugas dari mata kuliah IBD( Ilmu Budaya Dasar ) sebagai berikut.
Penulis memiliki pengalaman yang ingin penulis bagikan kepada para pembaca, ini adalah pengalaman nyata yang penulis miliki.Waktu itu penulis duduk dibangku kelas 5 sd, seperti biasa setiap pulang sekolah penulis segera menuju rumah penulis yang tidak terlalu jauh jaraknya dari sekolah penulis.Karena hari itu penulis mendapatkan tugas wawancara yang diberikan oleh guru bahasa indonesia maka penulis memilih untuk mewawancarai seorang kakek yang sedang berjualan topeng-topengan di dekat rumah penulis.Kakek itu sudah sangat tua sekali umurnya sudah memasuki kepala 6 namun, kakek itu masih semangat untuk bekerja walaupun hasil dari kerja kerasnya itu bisa dikatakan belum bisa menutupi makan sehari-hari.Akhirnya penulis mewawancarai si kakek itu, namun ada kejadian unik yang penulis lihat dengan mata kepala penulis sendiri, si kakek itu berjalan menuju seorang pengemis yang dari tadi meminta sedekah sedikit untuk makan. Si kakek itu mengeluarkan uang Sepuluh ribu rupiah untuk memberikannya kepada si pengemis itu untuk membeli makan.
Kesimpulan yang dapat penulis ambil dari pengalaman penulis sendiri ialah walaupun si kakek itu bisa dikatakan hidup dengan ketidak bercukupan namun rasa cinta kasihnya sangat lah besar dengan memberikan uang kepada seorang pengemis yang sangat membutuhkan makanan.
Kesimpulan dari semua tulisan diatas ialah manusia dan cinta kasih tidak
dapat dipisahkan, karena kita sebagai manusia lahir kedunia ini karena
cinta kasih.Cinta kasih sangat melekat kuat didalam diri semua
manusia.Manusia sebagai makhluk sosial memiliki akal budi yang diberikan
oleh sang pencipta, tugas manusia sebagai pemilik akal budi ialah harus
mengasihi satu sama lain.Sang pencipta telah memberikan kasihnya kepada
kita semua, oleh karna itu tinggal kita sebagai manusia yang harus
meneruskan cinta kasih sang pencipta kepada sesama kita.
Langganan:
Postingan (Atom)