Kamis, 20 November 2014

resensi ibd

Nama Kelompok:
1. Adhi Ridho M : 10514215
2. Albert Ferdinand : 10514725
3. Intan Yuliawati : 15514389
4. Rifah Sultanandar : 19514340
5. Sujabat Kartiko Sidi : 1A514497

Resensi novel angkatan 1966 "ZIARAH"
Judul : “ZIARAH”
Pengarang : Iwan Simatupang
Angkatan : 1966
Penerbit : Djambatan
Tebal : 148 Halaman


Sinopsis


       Novel Ziarah karya Iwan Simatupang adalah novel yang menceritakan seorang pelukis terkenal seantero negeri yang dibuat terkapar tidak berdaya alias shock dan trauma setelah ditinggal mati istrinya yang sangat dia cintai. Istri yang dia kawini dalam perkawinan secara tiba-tiba. Suatu ketika pelukis mencoba bunuh diri karena ketenaran karya lukisnya yang memikat semua orang dijagat bumi ini mengakibatkan ia memiliki banyak uang dan membuat dia bingung. Karena kebingungannya ini sang pelukis berniat bunuh diri dari lantai hotel dan ketika terjun dia menimpa seorang gadis cantik. Dan tanpa diduga pula sang pelukis langsung mengadakan hubungan jasmani dengan si gadis diatas jalan raya. Hal ini membuat orang-orang histeris dan akhirnya seorang brigadier polisi membawa mereka ke kantor catatan sipil dan mengawinkan mereka.
      Hidup bahagia bersama sang istri membuat pelukis benar-benar kehilangan. Apalagi setelah dia tahu bahwa istrinya mati karena telah melihat ibu kandungnya ada bersama gerombolan nona-nona tua yang menyaksikan kebahagiaan mereka saat hidup dalam gubuk tepi laut. Pelukis pun langsung pergi kekantor sipil guna mengurusi penguburan istrinya tetapi tak ada tanggapan positif dari pengusaha penguburan.Itu terjadi karena pelukis tak tahu apa-apa tentang istrinya.Yang dia tahu hanyalah kecintaan pada istrinya. Sehingga mayat istrinya terkatung-katung karena tak memiliki surat penguburan yang syah. Pelukis pun menghilang ketika dicari walikota (merupakan walikota kedua dalam novel ini,dia adalah wakil walikota yang diangkat menjadi walikota setelah walikota pertama gantung diri karena tak bisa memecahkan masalah mengundang pelukis saat akan ada kunjungan tamu asing) yang ikut menghadiri penguburan istri pelukis.
      Sampai akhirnya pengusaha penguburan itu menyesali perbuatannya dan dengan keputusan walikota akhirnya mayat istri pelukis dikuburkan.Sampai penguburan usai pelukis tak kelihatan. Saat kembali ke gubuknya dia melihat wanita tua kecil. Tak tahu itu siapa,ternyata adalah ibu kandung dari si gadis. Bercerita panjang tentang masa lalunya yang suram dan sampai saat terakhir dia bertatapan dengan anaknya yang justru membuat delima bagi si anak. Lalu pergi sambil menagis. Dan sesaat kemudian pelukis ada dalam gubuknya,memandangi keadaan sekitar yang penuh karangan bunga, membakarnya sampai habis. Hingga tersisa beberapa yang ia bawa ke kuburan istrinya. Ia titipkan karangan bunga pada centeng perkuburan. Ziarah tanpa melihat makam istrinya.
     Setelah itu hidup pelukis semakin tak tentu arah.Ia seolah tak pernah percaya bahwa istrinya telah mati. Pagi harinya hanya digunakan untuk menunggu istrinya ditikungan entah tikungan mana dan malam harinya dituangkan arak keperutnya,memanggil Tuhannya,meneriakkan nama istrinya,menangis dan kemudian tertawa keras-keras.
      Hingga akhirnya datang opseter perkuburan yang meminta dia mengapur tembok perkuburan kotapraja yang sebelumnya telah berbekas pamplet-pamplet polisi bahwa dia dicari.
Pelukis menerima tawaran itu dan esoknya ia mulai bekerja mengapur tembok perkuburan kotapraja itu 5 jam berturut-turut tiap harinya, sedangkan opseter perkuburan mengintip dari rumah dinasnya. Pekerjaan baru pelukis ini membawa perubahan tingkah laku pelukis sehingga membuat seluruh negeri geger. Hingga walikota akan memberhentikan opseter perkuburan. Tetapi ketika mengantar surat pemberhentian kerja itu, walikota malah mati sendiri karena kata-kata opseter tentang proporsi. Sebelumnya juga pernah terjadi kekacauan dinegeri karena opseter pekuburan memakai rasionalisme dalam kerjanya dan hanya memberi instruksi kerja pada selembar kertas pada pegawainya.
      Setelah beberapa hari pelukis mengapur tembok perkuburan pada suatau hari dia bergegas pulang sebelum 5 jam berturut-turut. Opseter perkuburan heran kemudian mendatanginya dan ternyata pelukis ingin berhenti bekerja. Opseter kebingungan tetapi pelukis menjelaskan bahwa dia tahu maksud opseter memperkerjakannya. Bahwa selain untuk kepentingan opseter sendiri, Opseter ingin pelukis menziarahi istrinya yang sudah tiada itu. Keesokan harinya Opseter ditemukan gantung diri. Pekuburan geger, tetapi hanya sedikit sekali empati dari pegawai-pegawai pekuburan. Maklum mereka hanya mengenal Opseter lewat instruksi kerjanya saja tanpa pernah bertemu dan mengenalnya. Penguburan opseter berlangsung cepat. Setelah penguburan, pelukis bertemu Maha guru dari Opseter yang kemudian menceritakan riwayat Opseter.
       Diakhir cerita,pelukis akhirnya pergi ke balai kota melamar menjadi Opseter Pekuburan. Untuk Ziarah yang terus-menerus pada mayat-mayat manusia,pada mayat istrinya.



Unsur Intrinsik Novel
a.     Tema: Ziarah Kubur
b.     Penokohan:
-          Utama: Pelukis, Istri Pelukis, Opseter Perkuburan
-          Antagonis : Istri
-          Protagonis : Pelukis
-          Tritagonis : Opseter PekuburanMahaguru Opseter
-          Pembantu:Walikota,Wakil Walikota,maha guru Opseter, Ayah Opseter, orang Buta     profesional, kepala Negara, perdana menteri, Nona-nona tua, brigadier polisi, mandor dan pegawai pekuburan, kepala dinas pekerjaan umum, official, centeng pekuburan
c.      Alur : Alur dalam novel ini memang sedikit membingungkan pembaca.
Pengarang sengaja menggunakan alur “Flash Back”. Pembaca diajak untuk mengernyitkan dahi karena cerita diawal novel bukanlah awal cerita, melainkan awal cerita baru diceritakan dibagian berikut dalam novel. Alias pembaca diajak ke waktu sebelumnya oleh pengarang dengan sentuhan filsafat yang amat menarik dan berkesinambungan.
Ini jelas terlihat diawal novel saat disebutkan sang pelukis begitu kehilangan setelah ditinggal mati istrinya, tetapi dibagian belakang malah pembaca diajak untuk mengikuti kisah pertemuan pelukis dengan istri, kehidupan mereka yang mengundang banyak pesona, dan saat-saat terakhir istrinya mati. Bukan hanya pelukis dan istri saja saja tetapi pengarang juga mengajak pembaca untuk mengikuti kisah balik kehidupan opseter sebelum menjadi opseter.
Pengenalan pengenalan-pengenalan Tokoh-tokoh novel, baik pelukis, opseter dan juga istri opseter yang tersaji bukan hanya diawal novel.
-          Pemunculan konflik :Kematian istri pelukis,yang menjadi awal derita pelukis.
-          Konflik :Opseter pekuburan menyuruh pelukis untuk mengapur tembok luar komplek pekuburan.
-          Antiklimaks: Pelukis tahu tujuan sebenarnya opseter pekuburan memperkerjakannya
-          Peleraian : Mahaguru opseter menceritakan semua tentang riwayat opseter pekuburan.
d.     Sudut pandang: Orang ketiga (Dia,nya)
e.      Setting Tempat:
-          di tikungan : ”….disalah satu tikungan….(1)
-          Rumah kecil : ”…kekamar kecil.disatu rumah kecil….(1)
-          Di kakilima : ”…langkah-langkahnya dikakilima…(6)
-          Di kedai arak : ”sekencang-kencangnya ke kedai arak..(2)
-          Di pekuburan : ”..suasana pekuburan di tengah hari…(10)
-          Di rumah dinas opseter: ” ..jendela rumah dinasnya…(11)
-          Kantor dinas walikota: ”..sidang darurat badan pekerja harian.(12)
-          Di alun-alun kota : ”…orang-orang dialun-alun ikut….(19)
-          Diistana Negara : ”…kabinet kepada parlemen…(35)
-          Dilintasan lari : ”…bertulisan benar-benar :FINISH..(55)
-          Di hotel : ”..kamarnya ditingkat empat hotel itu (73)
-          Diaspal jalan raya : ”..yang sedang asyik diatas aspal panas(73)
-          Di kantor catatan sipil : ”..eh catatan sipil,supaya hal yang…(74)
-          Digubuk tepi pantai : ”..kegubuk yang masih utuh di pantai (89)
-          Rumah nyonya tua : ”..rumah kami dilalui serdadu serdadu(119)
-          LPAYLITK : “..lembaga pemeliharaan anak-anak yang
Lahir dari Ibu Yang Tidak Kawin…(120)
-          LPWTYS : ”.Lembaga Pemeliharaan Wanita-wanita
Tua Yang Sendiri..(122)
-          Tembok luar perkuburan: ”dia melompat turun dari tembok…(126)
-          Balai kota : ”…ke balai kota…(140)
f.       Waktu:
-      Pagi hari : ”… saya minum arak sepagi ini…(7)
       ….paginya dia selalu gembira…(1)
       ….esoknya pagi-pagi benar kepala…(30)
-      Tengah hari : ”…persis tengah hari mereka…(10)
       ….lepas sedikit tengah hari…(11)
-          Sore hari/senja : ”…menjelang benamnya matahari dia..(11)
…matahari segera akan tenggelam…(104)
-          Malam hari : ”…begitu malam jatuh perutnya…(1)
…persis jam 12 tadi malam…(31)
…kepanas makanan malamnya….(134)
g.     Suasana:
-          Gembira : ”..menggegar suatu tawa gempita..(15)
-          Sunyi : ”..sunyi senyap di pekuburan itu…(133)
-          Takut : ”..bukan sorak sorai!tapi teriakan…(55)
-          Ramai : ”..ketengah orang ramai itu……..(55)
-          Panic : ”Hadirin geger…..(55)
-          Kacau : ”mandor melihat opseter keluar rumah.(52)
-          Gelisah : ”..dia mulai gelisah.dia melihat…(89)
-          Hening : ”sesudah itu hening sehening-heningnya(3)
-          Sedih : ”.demi satu titik membasah dimatanya(123)
h.     Kepengarangan:
Iwan Martua Lokot Dongan Simatupang, atau biasa dipanggil Iwan Simatupang. Beliau dilahirkan di Sibolga 18 Januari 1928 dan meninggal di Jakarta 4 Agustus 1970. Sebelum menulis novel ini, beliau menulis beberapa novelnya yang terkenal, seperti Merahnya Merah yang mendapat hadiah nasional 1970 dan novel Ziarah itu sendiri dalam terjemahan Bahasa Inggris yang mendapat hadiah roman ASEAN terbaik tahun 1977.

Kelebihan:
          Ceritanya sangat menarik, sentuhan filsafat pengarang benar-benar tersaji dalam novel ini. Tak kurang dalam setiap bagian novel terdapat kalimat-kalimat yang merupakan ilmu filsafat. Ada beberapa bagian dalam novel yang bisa dikatakan sebagai penunjuk bahwa pengarang memiliki daya humor yang cukup tinggi. Dalam menghadirkan sebuah masalah pengarang tidak sungkan untuk mendramatisir, tapi endingnya juga sangat mengagumkan. Karena dengan penambahan cerita yang didramatisir itu justru semakin membuat semangat pembaca. Terdapat juga istilah-istilah
berbau filsafat yang diolah menjadi kesatuan kalimat yang benar-benar membawa pembaca ke arah pemikiran-pemikiran logis dan membenamkan pembaca dalam novel yang memiliki keindahan ilmu filsafat dari pengarang sendiri.

Kekurangan:
Dalam penulisan novel ini, pengarang masih tetap memakai bahasa
Indonesia walaupun banyak sekali ejaan-ejaan yang tak baku. Pembaca harus benar-benar mengerti maksud pengarang dulu sebelum dibuat tertawa membayangkan bahwa itu sangat lucu.


THE DILEMA
BIARA OR TIARA

“Regal, sekarang kamu harus berpikir matang-matang, kamu harus memilih antara tiara atau biara.Ingat regal, tolong gunakan hatimu”.



Kata-kata terakhir tiara sebelum melangkah meninggalkan regal saat pertemuan terakhir mereka disebuah taman, disebuah kota kecil nan sepi, broko.Kembali terngiang dibenak regal. Yah, kata-kata itu bagaikan hantu yang selalu menerornya disetiap kesendiriannya terlebih disetiap malam sebelum matanya benar-benar terkatup. Dan hal serupapun kembali terjadi malam ini.



Namun mala mini lebih berbeda dari malam-malam sebelumnya. Malam ini terasa lebih pilu dan sunyi. Didalam sebuah kamar biara yang berukuran super sempti, diatas tempat tidur besi beralaskan kasur tipis ia berbaring. Matanya menengadah keatas menatapi langit-langit kamar yang bercat putih menambah kekosongan jiwanya dan membuatnya lebih tenggelam dalam lamunanya. Namun lamunnya kali ini disokong oleh akal sehatnya, seperti ia sendirilah yang membiarkan dirinya tenggelam kedalam lamunnya itu.Lamun itu adalah sebuah kenangan, yah pantasnya disebut mengenang.



Akibat dari bisikan tiara yang selalu menghantuinya membuat regal membiarkan pikirannya dihuni oleh kenangan-kenangan indah dahulu bersama kekasih hatinya, tiara. Ia terkenang akan saat-saat pertama medekati tiara, saat mengungkapkan cintanya pada tiara dikantin sekolah yang saat itu sempat ditolak oleh tiara. Namun ia tetap gigih untuk mendapatkan cinta tiara, ingga ia kembali mengungkapkan cintanya kepada tiara disaat ujian semester berlangsung.



Pada saat itu tiara sedang dengan seriusnya mengerjakan soal-soal ujian matematika, dan kebetulan regal mendapat nomor ujian yang tempat duduknya sebangku dengan tiara. Saat pengawas ujian sedang tidak memperhatikan mereka, regal memegang tangan kanan tiara yang sedang memegang pensil 2B, menatap mata tiara dan kembali menyatakan cintanya. Kali ini tiara tersenyum dan berbisik lembut, “kita lanjutin lagi bicaranya setelh ujian yah…” dan akhirnya tiara menerima pernyataan cinta regal.



Dua setengah tahun berlalu penuh keceriaan dan kasih sayang diantara mereka. Mereka telah menciptakan kenangan-kenangan indah yang sulit terlupakan. Merekapun berhasil menjaga baik benih-benih cinta yang teah mereka tanam dihati mereka. Sampai suatu saat….



Ujian akhir nasional telah berlalu dan pengumuman kelulusan pun telah diumumkan. Entah keajaiban apa yang terjadi membuat regal dan tiara lulus dengan nilai yang sangat tinggi, mereka berdua pun tidak mempercayainya “ ah mungkin tuhan lagi baik hati”, canda mereka. Namun saat-saat beginilah yang paling memilukan, karena mereka semua harus berpisah menuju pilihan hidup yang baru untuk menuju masa depan yang cerah.



Hal yang serupa pun akan terjadi pada dua sejoli ini, dan mereka telah menyadarinya. Disebuah taman kota yang bagi para anak muda menyebutnya dengn taman cinta broko, mereka berdua duduk dibawah kaki patung pahlawan yang bediri gagah perkasa sambil mengacungkan pedang keatas. Ditaman inilah kejadian menyakitkan terjadi, ditaman inilah kata pisah terungkai dalam kalimat, disinilah lambaian tangan dan langkah kaki menjauh tercipta dan disinilah benih-benih cinta mereka yang telah tumbuh akhirnya layu dan mati.



Saat itu mereka duduk bersebelahan, sunyi dan sepi.”sekarang kita harus  bagaimana?Apa kamu yakin dengan pilihan mu?Apa kamu bersi teguh untuk masuk biara dan meninggalkan tiara?Terus apalah artinya cinta kita selama ini?pernyataan beruntun tiara memecahkan kebisuan diantara mereka.



            Regal diam tak bekutik. Tak ada kata-kata yang keluar dari mulutnya, entah bingung untuk menjawab ataukah tak menemukan kata yang tepat untuk berkomentar, yang pasti ia hanya menunduk bisu. Wajahnya ia lenyapkan diantara lututnya. Ia sedang dalam dilemma yang besar. Ia harus memilih kekasih hati atau suara hati. Keduanya begitu mulia dimata hatinya bagaikan emas dan berlian, siapakah yang mampu membuang salah satunya?



            Malam semakin larut, udara bertambah dingin, suasana semakin pilu dan makin mencengkam. Bintang-bintang yang tadinya terang benderang kini redup, bagaikan ikut merasakan suasana hati kedua sejoli ini. Detak jarum detik dari arloji yang dikenaka regal semakin terdengar keras, namun detak jarum jam itu tak sebanding dengan cepatnya degup jantung kedunya.



            Tiba-tiba tiara berdiri dari duduknya, seketika itu regal tersadar dari kebingungannya. Sambil berjalan pelan tiara berkata “Tiara rela ko melepas kamu, asal kamu juga rela melepas tiara”. Tiara terus berjalan menuju parkiran, sedangkan regal masih tersimpuh dibawa patung itu sambil matanya terus memandangi perginya tiara hingga lenyap hilang bersama ojek yang ditumpanginya.



            “Ding…dang…dung…” lonceng biara berbunyi tiga kali pertanda semua lampu harus dimatikan dan semuanya harus segera tidur. Bunyi lonceng itupun mengembalikan kesadaran regal dan sekaligus melenyapkan kenangan-kenangan itu dipikirannya. Regal pun bangun dan berniat mematikan lampu kamarnya, tanpa sadar ia merasakan butiran-butiran halus mengalir di kedua pipinya. Dengan malu ia mengusapnya, mematikan lampunya dan membenamkan dirinya kedalam selimutnya yang tipis.

THE DILEMA

Kamis, 16 Oktober 2014

TUGAS IBD ( MANUSIA DAN CINTA KASIH )

Manusia Dan Cinta Kasih
BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Cinta merupakan pengalaman yang sangat menarik yang pernah kita alami dalam hidup ini. Sangat disesali, orang pada umumnya masih bingung akan apakah cinta itu sesungguhnya. Kebingungan mereka semakin bertambah ketika dunia perfileman memperkenalkan arti cinta yang salah dimana penekanan akan cinta selalu dititik beratkan pada perasaan dan cerita romantika.
 Dari jaman dulu sampai sekarang hakikat cinta kasih masih menjadi perbincangan yang tidak dibatasi secara jelas dengan makna yang luas pula. Walaupun, sulit juga untuk diungkapkan dan diingkari bahwa cinta adalah salah satu kebutuhan hidup manusia yang cukup fundamental. Begitu fundamentalnya sampai-sampai membawa Khalil Gibran, seorang punjagga terkenal, berpendapat bahwa “Cinta hanyalah sebuah kemisterian”. Cinta sangat erat dalam kehidupan dan tidak bias di pisahkan dalam kehidupan. Tidak pernah selintas pun orang berpikir bahwa cinta itu tidak penting. Mereka haus akan cinta, mereka butuh akan cinta.
Kendati pun demikian, hampir setiap orang tidak pernah berpikir tentang apa dan bagaimana cinta itu. Padahal berpikir tentang apa dan bagaimana cinta itu,  cinta bisa diibaratkan sebagai suatu seni yang sebagaimana bentuk seni lainnya sangat memerlukan pengetahuan dan latihan untuk bisa menggapainya.
Begitupun dengan kasih sering sekali kita terkecoh bahkan sulit untuk membedakan cinta dan kasih itu sendiri. Oleh karena itu, penulis sangat tertarik mengambil judul makalah Manusia dan Cinta Kasih, agar dapat membantu kita semua untuk lepas dari ketidak jelasan Cinta Kasih yang selalu menjadi bahan perenungan, diskusi, cerita yang tidak pernah ada akhirnya.
1.2  Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas maka berikut penulis akan merumuskan beberapa rumusan masalah sebagai berikut :
  1. Apakah pengertian cinta kasih tersebut?
  2. Apakah pengertian kasih sayang?
  3. Apa sajakah macam-macam cinta itu?
  4. Bagaimana mewujudkan rasa cinta dan kasih sayang agar kehidupan tentram dan damai terjadi?
1.3  Maksud dan Tujuan
Adapun maksud dan tujuan pembahasan makalah ini, yaitu berdasarkan rumusan masalah di atas .
  1. Untuk  mengetahui makna cinta kasih
  2. Untuk mengetahui makna kasih sayang
  3. Untuk mengetahui macam-macam cinta
  4. Untuk mengetahui cara mewujudkan rasa cinta kasih dan sayang agar hidup tentram dan damai tercapai
BAB II PEMBAHASAN
2.1  Pengertian Cinta Kasih dan Sayang
Ada beberapa pendapat mengenai pengertian cinta kasih. Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia karangan W.J.S. Purwodarminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau rasa sayang (kepada), ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih, artinya perasaan sayang atau cinta (kepada) atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian, arti cinta dan kasih itu hamper sama sehingga kata kasih dapat dikatakan lebih memperkuat rasa cinta. Oleh karena itu, cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
Walaupun cinta dan kasih mengandung arti yang hamper sama, antara keduanya terdapat perbedaan, yaitu cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam, sedangkan kasih merupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa, mengarah pada orang atau yang dicintai. Dengan kata lain, bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata.
Erich Fromm (1983: 24-27) dalam bukunya Seni Mencintai menyebutkan bahwa cinta itu terutama member, bukan menerima, dan member merupakan ungkapan yang paling tinggi dari kemampuan. Yang paling penting dalam member adalah hal-hal yang sifatnya manusiawi, bukan materi. Cinta selalu menyertakan unsure-unsur dasar tertentu, yaitu pengasuhan, tanggung jawab, perhatian, dan pengenalan.
Dr. Sarlito W. Sarwono mengemukakan bahwa cinta itu memiliki tiga unsure, yaitu ketertarikan, keintiman, dan kemesraan. Keterikatan adalah perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas hanya untuk dia. Keintiman yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukan bahwa antara Anda dan dia sudah tidak ada jarak lagi sehingga panggilan-panggilan formal seperti Bapak, Ibu, Saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan seperti sayang. Sedangkan kemesraan adalah adanya rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kangen jika jauh dan lama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang mengungkapkan rasa sayang. Ketiga unsur cinta tersebut sama kuatnya, jika salah satu unsur cinta itu tidak ada maka cinta itu tidak sempurna atau dapat disebut bukan cinta.
Secara sederhana cinta kasih adalah perasaan kasih sayang yang dibarengi unsur terikatan, keintiman dan kemesraan (Cinta Ideal / Segitiga Cinta) di sertai dengan belas kasihan, pengabdian yang diungkapkan dengan tingkah laku yang bertanggung jawab. Tanggung jawab yang diartikan akibat yang baik, positif, berguna, saling menguntungkan, menciptakan keserasian, keseimbangan dan kebahagiaan.
2.2  Pengertian Kasih Sayang
Pengertian kasih sayang menurut kamus umum bahasa Indonesia karangan W.J.S Poerwadaminta yitu perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka pada seseorang. Dalam berumah tangga kasih sayang merupakan kunci kebahagiaan. Kasih sayang ini merupakan pertumbuhan dari cinta. Dalam kasih sayang sadar atau tidak dituntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka,  sehingga keduannya merupakan suatu kesatuan yang utuh. Seorang remaja menjadi frustasi, morfinis, berandalan dan sebagainya itu disebabkan karena kekurangan perhatian dan kasih sayang dalam kehidupan keluarga.
 
2.3  Macam-macam Cinta
Menurut Erich Fromm (1983 : 54) dalam bukunya Seni Mencintai mengemukakan tentang adanya berbagai macam-cinta yang dapat di uraikan sebagai berikut :
  1. Cinta Diri Sendiri
Secara alami manusia mencintai dirinya sendiri (self love) dan banyak orang yang menafsirkan cinta diri sendiri diidentikan dengan egoistis. Jika demikian cinta diri sendiri ini bernilai negatif. Namun apabila diartikan bahwa cinta diri sendiri adalah mengurus dirinya sendiri, sehingga kebutuhan jamsmani dan rohaninya terpenuhi seimbang  ini bernilai positif. Dengan demikian cinta terhadap dirinya tidak harus dihilangkan tetapi harus berimbang dengan cinta kepada orang lain untuk berbuat baik.
  1. Cinta Sesama Manusia / Persaudaraan
Cinta kepada sesama manusia atau persaudaraan (agape. Bahasa Yunani) itu merupakan watak manusia itu sendiri dan diwujudkan dalam tingkah laku atau perbuatannya kepada sesama manusia. Perbuatan dan perlakuan yang baik kepada sesama manusia bukan berarti karena seseorang itu membela, menyetujui, mendukung dan berguna, bagi dirinya, melainkan dating dari hati nuraninya yang ikhlas disertai tujuan yang mulia. Motivasi perbuatan dan perlakuan seseorang mencintai sesama manusia itu disebabkan karena pada dasarnya manusia tidak dapat hidup sendirian (manusia sebagai makhluk social) dan sudah merupakan suatu kewajiban.
  1. Cinta Erotis
Cinta yang erat dorongannya dengan dorongan seksual (sifat membirahikan) ini merupakan sifat eksklusif (khusus) yang bias memperdayakan cinta yang sebenarnya. Hal itu dikarenakan cinta dan nafsu tersebut letaknya tidak berbeda jauh. Disi lain Cinta erotis jika didasari dengan cinta ideal, kasih sayang, keserasian maka berfungsi dalam melestarikan keturunan dalam ikatan yang sah yaitu pernikahan. Sebaliknya jika tidak didasari kasih sayang yaitu nafsu yang membutakan akal pikiran sehingga yang ada hanya nafsu birahi didalamnya akan timbul rasa ketidak puasan bias berakhir dengan sebuah perceraian bahkan akan mungkin timbul juga perselingkuhan atau ke tempat pelacuran yang didalamnya tidak mungkin akan timbul rasa kasih sayang karena yang ada hanya nafsu birahi berhubungan badan saja, dengan uang sebagai bayarannya.
  1. Cinta Keibuaan
Kasih sayang itu bersumber dari cinta keibuan, yang paling asli dan yang terdapat pada diri seorang ibu terhadap anaknya sendiri. Ibu dan anak terjalin suatu ikatan fisiologi. Seorang ibu akan memelihara anaknya dengan hati-hati penuh dengan kasih sayang dan naluri alami seorang ibu. Sedangkan menurut para ahli ilmu jiwa berpendapat bahwa dorongan kebapakan bukan karena fisologis, melainkan dorongan psikis.
  1. Cinta terhadap Allah
Merupakan puncak cinta manusia, yang paling jernih, spiritual dan yang dapat memberikan tingkat perasaan kasih sayang yang luhur, khususnya perasaan simpatik dan sosial. Cinta yang ikhlas seorang manusia kepada Allah akan membuat cinyta menjadi kekuatan pendorong yang mengarahkannya dalam kehidupan dan menundukkan semua bentuk cinta yang lain.
  1. Cinta terhadap Rasul
Ini merupakan ideal yang sempurna bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun berbagai sifat luhur lainnya.
2.4  Mewujudkan Cinta Kasih
Untuk dapat mewujudkan cinta kasih dan sayang dalam kehidupan agar tentram damai dan bahagia dapat dengan cara :
  1. Cara mewujudkan cinta diri sendiri
Dapat dilakukan dengan mengurus dirinya sendiri, sehingga kebutuhan jasmani dan rohani dirinya sendiri terpenuhi secara wajar. Contohnya mandi, menyisir rambut, memaka wangi- wangian, mengenakan baju yang sopan tidak melanggar adat atau norma yang ada.
  1. Cara mewujudkan cinta sesama manusia / persaudaraan
Dapat dilakukan dengan perbuatan yang bersifat sosial dan kemanusian. Contohnya saling tolong menolong, kerja bakti, saling tepo seliro, Jean Henry Dunant ( 1882-1910) seorang bankir dan penulis berkebangsaan Swiss yang atas suka relanya menolong setiap orang yang menderita luka-luka dalam pertempuran Solferino (1859) mendirikan Palang Merah International (1863)
  1. Cara mewujudkan cinta erotis
Dapat dilakukan apabila dilandasi dasar cinta kasih yang bertanggung jawab dan tidak melanggar adat atau norma yang ada. Contohnya cinta eotis seorang lelaki terhadap perempuan yang di sudah di ikat pernikahan di dasari percintaan.
  1. Cara mewujudkan Cinta Keibuan
Dapat dilakukan dengan dilandasi kasih sayang ibu yang tak terhingga terhadap anaknya dari sejak dikandung, melahirkan, dan mengurus sampai menikahkan dengan tanpa pamrih sedikitpun dan doanya yang selalu menginginkan dan melihat anaknya bahagia di jauhkan dari segala kesusahan.
  1. Cara mewujudkan Cinta kepada Allah
Dapat dilakukan dengan dilandasi cinta yang teramat sangat dan meniadakan Tuhan selain Allah dengan beraqidah yang kokoh dan bertaqwa atau menjalankan segala perintah dan menjauhi larangan yang sudah di tentukan Nya.
  1. Cara mewujudkan Cinta kepada Rasull
Dapat dilandasi dengan cinta dengan mencontoh suri teladan yang baik yang ada pada diri rasul yaitu sidiq, tablig, amanah, dan fatonah yang di laksanakan setiap saat selama masih diberi kehidupan oleh sang maha hidup.
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari pembahasan ini dapat ditarik suatu kesimpulan :
  1. Manusia pada hakikatnya tidak akan dapat terpisahkan dari Cinta kasih dan sayang
  2. Cinta kasih Ideal itu adanya tiga unsur yaitu keterikatan, keintiman dan kemesraan atau sering juga di sebut Segitiga Cinta yang satu sama lain harus sinergi, selaras, seimbang satu sama lain.
  3. Cinta dan kasih mengandung arti yang hamper sama, tapi antara keduanya terdapat perbedaan, yitu cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam sedangkan kasih meupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa mengarah kepada yang dicintai.
  4. Cinta itu mulia, bisa sangat indah, cinta itu sebuah kebahagiaan, tetapi manakala cinta itu tidak sesuai dengan apa yang diharpakan, apa yang diperkirakan dan apa yang didambakan bertolak belakang dari kenyataaan yang sudah terlanjur tercipta dalam angan-angan maka cinta bisa sangat menyakitkan dan menimbulkan penderitaan yang luar biasa.
3.2 Saran
Dengan diselesaikannya makalah ini penulis berharap makalah ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan pembaca. Selanjutnya penulis juga  mengharapkan kritik dan saran guna peningkatan kualitas dalam penulisan makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA
Alamsyah, M 1987. Budi Nuarani Filsafat Berikir. Jakarta :Titik Terang.
Suryadi, M.P 1985. Ilmu Budaya Dasar. Buku Materi Pokok. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Universitas Terbuka.
Poedjawijatna, I.R. 1986. Etika, Filsafat Tingkah Laku. Jakarta : Bina Aksara.
Faisal, Sanapiah dan Mappiare. Tanpa Tahun. Demensi-Demensi Psikologi. Surabaya : Usaha Nasional.
From.Erich. 1983. Seni Mencintai. Jakarta: Sinar Harapan
 http://ibd99.blogspot.com/2012/12/makalah-manusia-dan-cinta-kasih.html
Dikutip dari Heri Anggara






KESIMPULAN
       Penulis menyimpulkan tulisan tentang "manusia dan cinta kasih" yang ditulis oleh seorang penulis yang bernama Heri Anggara sebagai tugas dari mata kuliah IBD( Ilmu Budaya Dasar ) sebagai berikut.
      Penulis memiliki pengalaman yang ingin penulis bagikan kepada para pembaca, ini adalah pengalaman nyata yang penulis miliki.Waktu itu penulis duduk dibangku kelas 5 sd, seperti biasa setiap pulang sekolah penulis segera menuju rumah penulis yang tidak terlalu jauh jaraknya dari sekolah penulis.Karena hari itu penulis mendapatkan tugas wawancara yang diberikan oleh guru bahasa indonesia maka penulis memilih untuk mewawancarai seorang kakek yang sedang berjualan topeng-topengan di dekat rumah penulis.Kakek itu sudah sangat tua sekali umurnya sudah memasuki kepala 6 namun, kakek itu masih semangat untuk bekerja walaupun hasil dari kerja kerasnya itu bisa dikatakan belum bisa menutupi makan sehari-hari.Akhirnya penulis mewawancarai si kakek itu, namun ada kejadian unik yang penulis lihat dengan mata kepala penulis sendiri, si kakek itu berjalan menuju seorang pengemis yang dari tadi meminta sedekah sedikit untuk makan. Si kakek itu mengeluarkan uang Sepuluh ribu rupiah untuk memberikannya kepada si pengemis itu untuk membeli makan.
       Kesimpulan yang dapat penulis ambil dari pengalaman penulis sendiri ialah walaupun si kakek itu bisa dikatakan hidup dengan ketidak bercukupan namun rasa cinta kasihnya sangat lah besar dengan memberikan uang kepada seorang pengemis yang sangat membutuhkan makanan.
       Kesimpulan dari semua tulisan diatas ialah manusia dan cinta kasih tidak dapat dipisahkan, karena kita sebagai manusia lahir kedunia ini karena cinta kasih.Cinta kasih sangat melekat kuat didalam diri semua manusia.Manusia sebagai makhluk sosial memiliki akal budi yang diberikan oleh sang pencipta, tugas manusia sebagai pemilik akal budi ialah harus mengasihi satu sama lain.Sang pencipta telah memberikan kasihnya kepada kita semua, oleh karna itu tinggal kita sebagai manusia yang harus meneruskan cinta kasih sang pencipta kepada sesama kita.