BIOLOGIS
KEHIDUPAN
Kelompok : 1
Anggota
:1. Albert ferdinand
2.Greath valiant
1.DEFINISI
BIOLOGI
Biologi berasal dari kata bios (βiος) dan logos (λόγος) yang merupakan
bahasa Yunani, masing-masing artinya hidup dan ilmu. Jadi artinya ilmu alam yang
mempelajari tentang organisme hidup dan interaksinya dengan lingkungan.
Sebenarnya aspek yg dipelajari di biologi adalah semua yg berhubungan dengan
makhluk hidup itu sendiri. Selain struktur, fungsi, tumbuh-kembang, dan
adaptasi terhadap lingkungan tempat hidup, ada juga penggolongan makhluk hidup,
habitatnya, peran pada lingkungan, asal-usul dan evolusinya. Biologi sangat
luas karena semua makhluk hidup dipelajari, dari yang sekecil bakteri hingga
yang sebesar paus putih. Karena begitu luasnya cakupan Biologi, maka dibuatlah
cabang-cabang ilmu biologi.
1.1
ASAL MULA BIOLOGI
1.
Aristoteles dan biologi
Ilmu biologi dirintis oleh Aristoteles, ilmuwan berkebangsaan Yunani. Dalam
terminologi Aristoteles, "filosofi alam" adalah cabang filosofi yang
meneliti fenomena alam, dan mencakupi bidang yang kini disebut sebagai fisika,
biologi, dan ilmu pengetahuan alam lainnya.
Aristoteles melakukan penelitian sejarah alam di pulau Lesbos. Hasil
penelitiannya, termasuk Sejarah Hewan, Generasi Hewan, dan Bagian Hewan, berisi
beberapa observasi dan interpretasi, dan juga terdapat mitos dan kesalahan.
Bagian yang penting adalah mengenai kehidupan laut. Ia memisahkan mamalia laut
dari ikan, dan mengetahui bahwa hiu dan pari adalah bagian dari grup yang ia
sebut Selachē (selachians).
2.
Didirikannya biologi modern
Istilah biologi dalam pengertian modern kelihatannya diperkenalkan secara
terpisah oleh Gottfried Reinhold Treviranus (Biologie oder Philosophie der
lebenden Natur, 1802) dan Jean-Baptiste LamarckHydrogéologie, 1802). Namun,
istilah biologi sebenarnya telah dipakai pada 1800 oleh Karl Friedrich Burdach.
Bahkan, sebelumnya, istilah itu juga telah muncul dalam judul buku Michael
Christoph Hanov jilid ke-3 yang terbit pada 1766, yaitu Philosophiae Naturalis
Sive Physicae Dogmaticae: Geologia, Biologia, Phytologia Generais et
Dendrologia
2.TINGKATAN ORGANISASI KEHIDUPAN BIOLOGIS (HIERARKI KEHIDUPAN)
Objek biologi dikaji pada seluruh tingkat organisasi
kehidupan. Urutan tingkatan organisasi kehidupan disebut hierarki kehidupan. Tingkatan
organisasi kehidupan dari yang terendah sampai tertinggi:
- Molekul
- Sel
- Jaringan
- Organ
- Sistem Organ
- Organisme (Individu)
- Populasi
- Komunitas
- Ekosistem
- Biosfer
Molekul
Molekul adalah bahan kimia dasar
penyusun kehidupan. Molekul mengalami kondensasi sehingga membentuk asam amino,
substansi kehidupan yang akan membentuk menjadi sel. Contoh: asam nukleat
berupa DNA/RNA.
Sel
Sel adalah satuan (unit) kehidupan
terkecil dari makhluk hidup. Contoh: sel darah merah dan sel darah putih.
Jaringan
Jaringan adalah kelompok sel yang
sejenis, memiliki bentuk dan fungsi yang sama dalam tubuh makhluk hidup
multiseluler. Contoh: jaringan epitel, jaringan otot, jaringan tulang, dll.
pada hewan dan jaringan epidermis, jaringan meristem, jaringan pengangkut, dll.
pada tumbuhan.
Organ
Organ adalah kelompok jaringan yang
bersatu dan bekerja sama yang menjalankan fungsi tertentu. Contoh: usus,
lambung, paru-paru, jantung, dan lain-lain.
Sistem Organ
Sistem organ adalah gabungan dari
organ-organ yang bekerja sama untuk membentuk suatu sistem dalam kehidupan.
Contoh: sistem pencernaan disusun oleh lambung, usus halus, usus besar, dan
usus 12 jari; sistem koordinasi dan indera disusun oleh otak, sumsum
tulang belakang, serabut saraf, dan panca indera.
Organisme (Individu)
Organisme gabungan dari
sistem-sistem organ yang bekerja sama membentuk kehidupan. Satu organisme dapat
disebut juga individu. Individu adalah satu makhluk hidup tunggal. Contoh:
seorang manusia, seekor anjing, seekor kucing, sebuah pohon jambu, dll.
Populasi
Populasi adalah sekumpulan individu
sejenis yang menempati suatu daerah tertentu. Contoh: populasi harimau
berjumlah 30 ekor, populasi badak berjumlah 100 ekor, populasi gajah berjumlah
23 ekor, dll.
Komunitas
Komunitas adalah seluruh makhluk
hidup yang hidup di suatu daerah tertentu. Contoh: komunitas sawah, terdiri
dari padi, tikus, ular, elang; komunitas kolam terdiri dari teratai, ikan,
katak, dll.
Ekosistem
Ekosistem adalah sekumpulan makhluk
hidup dengan benda mati dalam satu kesatuan tempat hidup yang mempunyai
hubungan timbal balik. Contoh: ekosistem hutan, benda mati terdiri dari tanah,
bebatuan, hujan, angin, dll., makhluk hidup terdiri dari harimau, lintah,
gajah, dll.; ekosistem laut, benda mati terdiri dari air laut, batu karang,
dll., makhluk hidup terdiri dari ikan, udang, kepiting, plankton, dll.
Biosfer
Biosfer (lapisan kehidupan) adalah
seluruh planet bumi beserta makhluk hidup yang ada di dalamnya.
3.Pengertian Perilaku
Perilaku adalah tindakan atau aktivitas dari manusia
itu sendiri yang mempunyai bentangan yang sangat luas. Menurut Skinner, seperti
yang dikutip oleh Notoatmodjo, merumuskan bahwa perilaku merupakan respon atau
reaksi seseorang terhadap stimulus atau rangsangan dari luar. Oleh karena perilaku
ini terjadi melalui proses adanya stimulus terhadap organisme, dan kemudian
organisme tersebut merespon, maka teori Skinner ini disebut teori “S-O-R” atau
Stimulus – Organisme – Respon. Adapun yang disebut tingkah laku mempunyai arti
yang lebih kongkrit dari pada jiwa. Karena itu, maka tingkah laku lebih mudah
dipelajari daripada jiwa dan melalui tingkah laku, kita dapat mengenal
seseorang.
3.1 Pengertian Biologis
Biologis yaitu proses-proses dan dinamika yang syaraf
faali ( neural-fisiologis ) yang ada dibalik suatu perilaku. Sel-sel syafaf
yang menghantar impuls-impuls dari sistem syaraf tepi ke sistem syaraf pusat
disebut afferent; dan yang menghantar impuls-impuls dari sistem syaraf pusat ke
sistem tepi disebut efferent. Sistem endokrin, yang terdiri dari rangkaian
kelenjar ( glandula ) yang dapat mengeluarkan cairan kimiawi tertentu langsung
ke dalam darah. Banyak sedikitnya cairan kimiawi ini, disebut hormon, sangat
menentukan fungsi tubuh manusia dan akhirnya menentukan perilaku. Yaitu antara
lain: Kelenjar Gondok ( thyroid ), Kelenjar pituitary, Kelenjar Adrenal,
Kelenjar Kelamin, Kelenjar Pancreas.
3.2 Komponen Sistem Saraf
1. Sistem Saraf
Sistem saraf (nervous system) merupakan
sirkuit komunikasi elektrokimia tubuh. Bidang yang mempelajari sistem saraf
disebut neurosains (neurosince), dan orang yang mempelajarinya disebut ilmuwan
neurosains (neuroscientist). Sistem saraf manusia terbuat dari miliaran sel
saraf yang saling terhubung.
a. Karakteristik
Unit dasar sistem saraf adalah suatu sel khusus yang
dinamakan neuron. Penting untuk mengenali neuron karena mereka tidak diragukan
menyimpan rahasia bagaimana otak bekerja. Kita juga mengetahui peran mereka
dalam transmisi implus saraf, dan kita tahu bagaimana beberapa sirkuit neuron
bekerja; tetapi kita baru mulai mengungkapkan fungsi yang lebih kompleks dalam
memori, emosi, dan proses berpikir.
Empat karakter penting otak dan sistem saraf adalah
kompleksitas, integrasi, adaptasi dan transmisi elektrokimia. Kemampuan khusus
otak untuk beradaptasi dan berubah disebut plastisitas.
b. Berbagai Jalur Dalam
Sistem Saraf
Pengambilan keputusan dalam sistem saraf terjadi dalam
jalur sel saraf yang khusus. Jalur-jalur ini terbuat dari saraf-saraf aferen, jejaring-jejaring
saraf, dan saraf-saraf eferen.
Saraf aferen (afferent nerve), atau saraf
sensoris membawa informasi menuju otak dan mengomunikasikan informasi mengenai
lingkungan eksternal dan tubuh dari reseptor sensoris ked an seluruh otak.
Saraf eferen (efferent nerve) atau saraf
motorik ini membawa informasi dari otak dan mengomunikasikan informasi dari
otak ke tangan, kaki, dan bagian tubuh lainnyayang memungkinkan seseorang
terlibat dalam perilaku motorik.
Jejaring saraf ini mengintegrasikan masukan
sensoris dengan keluaran motorik.
c. Pembagian
Sistem Saraf
Sistem saraf dibagi menjadi dua bagian yaitu sistem
saraf pusat (SSP) dan sistem saraf ferifer. Sistem saraf pusat (SSP) (central
nervous system─CNS) yang terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang. Sistem
saraf ferifer (peripheral nervous system─PNS) memiliki dua bagian
utama yaitu sistem saraf somatic (somatic nervous system)
yang terdiri atas saraf sensoris yang berfungsi menyampaikan informasi dari
kulit dan otot ke SSP. Dan sistem saraf otonom (autonomic nervous system)
yang berfungsi membawa pesan-pesan ke dan dari organ internal tubuh untuk
memantau pernapasan, detak jantung dan pencernaan. Sistem saraf otonom juga
dibagi menjadi dua bagian yaitu sistem saraf simpatetis (sympathetic
nervous system) yang menggugah tubuh dan sistem saraf parasimpatetis
(parasympathetic nervous system) yang menenangkan tubuh.
Sistem somatik mengirimkan informasi tentang stimuli
eksternal dari kulit, otot dan sendi ke sistem saraf pusat, mereka membuat kita
menyadari nyeri, tekanan dan variasi temperatur. Saraf motorik dari sistem
somatik membawa impuls dari sistem saraf pusat ke otot-otot tubuh dimana mereka
memulai gerakan otot. Semua otot yang kita gunakan dalam membuat gerakan
volunter (disadari) serta penyesuaian involunter (tidak disadari) dalam postur
dan keseimbangan tubuh yang dikendalikan oleh saraf tersebut.
Syarat dari sistem otonomik berjalan menuju dan dari
organ internal, sambil meregulasi proses tertentu seperti pernapasan, kecepatan
denyut jantung dan pencernaan.
2. Neuron
a. Stuktur Sel Terspesialisasi
Neuron adalah sel yang khusus dalam mengolah
informasi, ia membangun jejaring komunikasi sitem saraf. Sel gelia memberikan
fungsi dukungan dan manfaat gizi dalam sistem saraf. Tiga bagian utama neuron
adalah tubuh sel, dendrit (bagian penerima) dan akson (bagian pengirim).
Selubung mielin membungkus dan menyekat sebagian besar akson dan mempercepat
pemancaran impuls saraf.
Walaupun neuron memiliki perbedaan yang sangat jelas
dalam ukuran dan penampilannya, mereka memiliki karakteristik tertentu.
Menonjol dari tubuh sel adalah sejumlah cabang-cabang pendek yang dinamakan
dendrit. Dendrit dan tubuh sel menerima impuls saraf dari neuron didekatnya.
Pesan tersebut ditransmisikan ke neuron lain (atau ke otot dan kelenjar) oleh
tonjolan lain yang ramping seperti tabung yang dinamakan akson. Pada ujungnya,
akson bercabang-cabang menjadi sejumlah kolateral yang berakhir dalam suatu
tonjolan kecil.
b. Impuls Saraf
Neuron mengirim informasi pada sepanjang aksonnya dalam bentuk impuls atau
gelombang listrik singkat. Potensial rehat merupakan muatan negative yang
stabil dari neuron yang tidak aktif. Ketika sinyal listrik melebihi batas
aktifasi tertentu, ion-ion natrium bermuatan positif mengalir ke neuron.
Gelombang singkat muatan listrik positif yang memasuki akson disebut potensial
aksi. Neuron kembali ke potensial rehat seiring ion-ion kalium bermuatan
positif keluar, mengembalikan neuron pada muatan negative. Potensial aksi
mematuhi prinsip semua-atau-tidak: kekuatannya tidak berubah selama transmisi.
Untuk bergerak dari satu neuron ke neuron lainnya,
informasi harus diubah dari impuls listrik ke kurir kimia yang disebut
neurotransmiter. Pada sinaps tempat bertemunya neuron, neurotransmitter
dikeluarkan kecela sempit yang memisahkan mereka. Beberapa molekul
neurotransmiter melekat pada tempat reseptor di neuron penerima, di
neotransmiter dapat menjadi pembangkit atau penghambat, tergantung sifat impuls
saraf. Neurotransmiter meliputi asetilkolin, GABA, norepinefrin, dopamine,
serotonin, dan endorfin. Kebanyakan obat yang memengaruhi perilaku berfungsi
meniru neurotransmiter atau penghambat aktivitas neurotransmiter.
D. Struktur Otak dan Berbagai
Fungsinya
a. Saraf
Teknik utama yang digunakan untuk mempelajari otak
adalah lesi otak, pewarnaan, perekaman listrik, dan pencitraan otak.
b. Tingkat-tingkat
Organisasi di dalam Otak
Ada tiga tingkat utama otak adalah otak belakang
(hindbrain), otak tengah (midbrain), dan otak depan (forebrain). Otak
belakang (hindbrain) adalah bagian terbawah otak. Tiga bagian
otak belakang adalah medula (terlibat dalam mengendalikan pernapasan dan postur
tubuh), serebelum (terlibat dalam koordinasi motorik), dan pons (terlibat dalam
tidur dan tergugah).
Otak tengah (midbrain) meliputi formasi
retikularis (reticular formation) yang terlibat dalam pola-pola
perilaku tertentu (seperti berjalan dan tidur), dan sekelompok kecil neuron
yang berkomunikasi dengan banyak wilayah di dalam otak. Batang otak (brain
stem) terdiri atas banyak otak belakang (kecuali serebelum) dan otak
tengah.
Otak depan (forebrain) merupakan
tingkat tertinggi otak. Struktur pertama otak belakang adalah sistem limbik
(limbic system), talamus (thalamus), ganglia basalis (basal ganglia),
hipotamulus (hypothalamus), dan korteks serebrum (cerebral cortex). Sistem
limbik terlibat dalam ingatan dan emosi melalui dua strukturnya, amigdala (yang
memainkan peranan dalam berlangsungnya hidup dan emosi) dan hipokampus
(berfungsi dalam penyimpanan ingatan). Talamus merupakan struktur otak depan
yang berfungsi sebagai stasiun pemancar kembali yang penting untuk pengolahan
informasi. Ganglia basalis merupakan struktur otak depan yang membantu
mengendalikan dan mengordinakan gerakan-gerakan volunteer. Hipotamulus
merupakan struktur otak depan yang memantau makanan, minuman, dan seks,
mengarahkan sistem endokrin melalui kelenjar pituitari serta terlibat dalam
emosi, stress, dan imbalan.
c. Korteks
Serebrum
Korteks serebrum meliputi sebagian besar lapisan luar
otak yang berfungsi untuk berpikir dan berencana. Permukaan korteks serebrum
dibagi menjadi jemisfer-hemisfer, tiap-tiapnya dengan empat lobus yaitu
oksipital, temporal, fronta, dan parietal. Korteks somatosensorik mengolah
informasi. Korteks motorik mengolah informani volunteer. Korteks asosiasi
meliputi 75 persen korteks serebrum yang penting untuk mengintegrasikan
informasi, terutama mengenai fungsi intelektual yang tinggi.
d. Hemirfer Serebrum dan
Penelitian Pemisahan Otak
Pokok bahasan yang controversial adalah tingkatan otak
hemisfer kiri dan kanan yang terlibat dalam fungsi yang berbeda. Dua wilayah
yang terlibat dalam hemisfer kiri dalam fungsi bahasa khusus adalah wilayah
Broca (bicara) dan wilayah Wernicke (memahami bahasa). Korpus kalosum merupakan
ikatan akson besar yang menghubungkan dua hemisfer otak. Dalam individu normal
yang korpus kalosumnya lengkap, kedua hemisfer korteks serebrum terlibat dalam
kebanyakan fungsi manusia yang kompleks.
e. Integrasi
Fungsi di dalam Otak
Secara umum, fungsi otak terintegrasidan melibatkan
hubungan antara bagian-bagian otak yang berbeda. Jalur-jalur neuron yang
terlibat dalam fungsi khusus, seperti ingatan, diintegrasikan sepenjang
berbagai bagian dan tingkat otak.
E. Sistem Endokrin
Kelenjar endokrin melepaskan langsung berbagai hormon
ke aliran darah untuk didistribusikan ke seluruh tubuh. Kelenjar pituitari
merupakan kelenjar induk. Kelenjar adrenal memainkan peranan penting dalam
suasana hati, tingkat energy, dan kemampuan mengatasi stress.
F. Kerusakan Otak, Plastisitas
dan Pemulihan
a. Plastisitas
Otak dan Kapasitas untuk Perbaikan
Otak manusia memiliki banyak plastisitas, meskipun
plastisitas ini lebih banyak dimiliki oleh anak-anak dibandingkan mereka yang
lebih tua dalam perkembangannya. Otak dapat memperbaiki dirinya sendiri dengan
menggunakan tiga cara yaitu penumbuhan cabang, substitusi fungsi, dan
neurogenesis.
b. Penanaman Jaringan
Otak
Pencangkokan otak adalah penanaman jaringan sehat ke
dalam otak yang rusak. Pencangkokan otak akan lebih behasil ketika jaringan
janin digunakan.
G. Genetika dan Perilaku
a. Kromoson, Gen,
dan DNA
Kromosom adalah struktur menyerupai benang yang muncul dalam
23 pasang, satu bagian dari tiap pasang berasal dari orangtua. Kromosom
mengandung gen dan asam deoksiribonukleat (DNA). Kromosom mengandung zat luar
biasa, yaitu asam deoksiribonukleat (deoxybonucleic acid) atau DNA,
yang merupakan molekul kompleks yang membawa informasi genetika. Gen,
unit informasi hereditas, adalah bagian pendek kromosom yang membentuk DNA.
Prinsip gen dominan-resesif menyatakan, jika satu gen dari satu pasang adalah
diminan dan yang lainnya adalah resesif, gen dominan mengambil alih gen
resesif.
b. Kajian Genetika
Dua konsep penting dalam kajian genetika adalah
genotip dan fenotip. Genotip adalah bahan-bahan genetika individu yang
sesungguhnya. Fenotip mengarah pada karakteristik seseorang yang dapat
teramati.
Tiga metode pengkajian pengaruh hereditas adalah
genetika molekul, pembiakan selektif, dan genetika perilaku. Dua metode yang
digunakan oleh para ahli genetika perilaku adalah penelitian kembar dan adopsi.
c. Gen dan
Lingkungan
Gen dan lingkungan memiliki peranan penting dalam
menentukan fenotip seorang individu. Bahkan untuk karakteristik dimana gen
mamainkan peranan besar (seperti tinggi dan warna mata), lingkungan juga
berperan didalamnya.
Dasar-dasar Biologi Psikologi,
Kesehatan, dan Kesejahteraan
a. Stres dan
Stresor
Stres adalah respons individu terhadap perubahan dalam
lingkungan dan peristiwa yang mengancam kemampuan coping mereka. Stresor
adalah meeka yang mengubah dirinya sendiri. Respons stres tubuh sebagian besar
merupakan sistem aktivasi saraf simpatetis yang menyiapkan kita untuk bertindak
ketika dihadapkan pada ancaman. Respons stres melibatkan perlambatan proses
pemeliharaan (seperti fungsi kekebalan dan pencernaan kita) untuk mendukung
tindakan yang cepat. Stres akut adalah respon adaptif, sedangkan stres kronis
dapat memiliki konsekuensi negative untuk kesehatan kita. Meski respons stres
terkadang tidak terhindarkan, tetapi respons tersebut merupakan suatu cara
bagaimana kita memikirkannya.
b. Mengelola Stres
melalui Self-talk
Salah satu cara mengatasi stres adalah mengubah cara
kita berpikir mengenai perubahan hidup yang penting. Kita dapat mencegah dan
mengatasi stres dengan memodifikasikan pikiran, gagasan, dan keyakinan kita
mengenai makna peristiwa hidup. Self-talk merujuk pada pembicaraan
mental tanpa suarayang kita gunakan ketika kita berpikir, berencana, dan
memecahkan masalah. Self-talk positif dapat menumbuhkan keyakinan yang
membebaskan kita untuk menggunakan bakat kita secara maksimal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar