Rabu, 29 April 2015

BERBAKAT




Ronaldo Assis de Moreira (lahir di Porto Alegre, Brasil, 21 Maret 1980; umur 35 tahun) atau lebih dikenal dengan Ronaldinho (pelafalan dalam bahasa Portugis: [ʁonawˈdʒĩɲu]) adalah pemain sepak bola berkebangsaan Brasil yang bermain untuk Atlético Mineiro dan tim nasional Brasil. Ia bisa bermain sebagai gelandang serang, second striker atau penyerang. Terkenal karena skill luar biasa, trik, dribbling, tendangan overhead, blind passing dan tendangan bebas, Ronaldinho secara luas dianggap sebagai salah satu pemain terbaik dari generasinya.[2][3]
Ronaldinho pernah bermain untuk Grêmio, Paris Saint-Germain, Barcelona, A.C. Milan dan Flamengo sebelum bergabung dengan Atlético Mineiro pada bulan Januari 2011.[4] Saat di Barcelona, Ia berhasil meraih gelar Liga Champions UEFA dan gelar Ballon d'Or tahun 2005.
Ronaldinho dua kali mendapatkan gelar Pemain Terbaik Dunia FIFA, yaitu pada tahun 2004 dan 2005. Ia pernah menjadi pemain dengan penghasilan tertinggi, melampaui David Beckham dari LA Galaxy.[5]
"Ronaldinho" adalah nama panggilan dan panggilan sayang dari nama depannya "Ronaldo." Sebelum bermain di Eropa, orang-orang Brasil memanggilnya "Ronaldo Gaúcho", untuk membedakannya dengan Ronaldo, rekannya di timnas Brasil. Setelah Ronaldo hijrah ke Eropa, ia tidak lagi menggunakan nama "Gaúcho" namun memilih nama Ronaldinho yang lebih dikenal hingga kini.
Ronaldo memiliki kewarganegaraan ganda Brasil dan Spanyol. Ia mendapat pasport Spanyol pada bulan Januari 2007.[6]
Ronaldinho dilahirkan di kota Porto Alegre, ibukota negara bagian Rio Grande do Sul. Ibunya, Dona Miguelina Eloi Assis dos Santos ( putri Enviro Assis ),[7] adalah mantan pedagang yang belajar untuk menjadi seorang perawat. Ayahnya , João de Assis Moreira adalah seorang pekerja di galangan kapal dan pemain sepak bola untuk klub lokal Cruzeiro Esporte Clube ( tidak berhubungan dengan klub lainnya, Cruzeiro ).[8] Ia menderita serangan jantung fatal di kolam renang keluarga ketika Ronaldinho berusia delapan tahun. Setelah kakak Ronaldinho Roberto menandatangani kontrak dengan Grêmio, keluarganya pindah ke sebuah rumah di bagian Guarujá yang lebih layak dari sebelumnya di Porto Alegre, merupakan hadiah dari Grêmio untuk meyakinkan Roberto untuk tetap di klub . Karier Roberto akhirnya berakhir lebih cepat karena cedera .
Keterampilan sepak bola Ronaldinho mulai berkembang pada usia 8 tahun, dan ia pertama diberi julukan Ronaldinho karena ia pemain termuda dan pemain terkecil di pertandingan klub remaja.[9] Ia mengembangkan minat di futsal dan sepak bola pantai, yang kemudian diperluas untuk permainan sepak bola besar yang terorganisir. Sentuhan pertamanya dengan media saat usia tiga belas tahun, ketika ia mencetak 23 gol dalam semua kemenangan 23-0 melawan tim lokal.[10] Ronaldinho diidentifikasi sebagai rising star di Kejuaraan Dunia 1997 U-17 di Mesir, di mana ia mencetak dua gol pada adu penalti.[11][12]
Sekarang, Roberto bertindak sebagai manajer Ronaldinho, sedangkan adiknya Deisi bekerja sebagai koordinator persnya .[9][13] Ronaldinho menjadi seorang ayah untuk pertama kalinya pada 25 Februari 2005, setelah penari Brasil Janaína Mendes melahirkan putra mereka, yang bernama João seperti almarhum ayah Ronaldinho.[14]
Iklan Nike 2005 Ronaldinho, di mana ia diberi sepasang sepatu kemudian mulai juggling bola dan menendang voli membentur mistar gawang dan berulang tanpa bola menyentuh tanah, itu beredar di YouTube menjadi video pertama dalam situs tersebut yang mencapai satu juta views.[15]
Ronaldinho bergabung dengan PBB untuk edukasi masyarakat tentang AIDS pada tahun 2011. Dan pada Juni 2013, ia meluncurkan line sendiri untuk kondom bernama Sex Free.[16]
Pada Agustus 2013 , Ronaldinho mengungkapkan dalam sebuah wawancara dengan majalah Playboy Brasil bahwa ia sering melakukan seks sebelum pertandingan dengan Barcelona dalam rangka untuk meningkatkan permainannya.[17]
Gaya bermain
Ronaldinho dianggap sebagai salah satu pemain yang paling mahir dari generasinya.[18] ESPN menggambarkan dia sebagai "mahir dari alam"(bakat alami), trik yang tak tertandingi dan memainkan bola dengan indah di kakinya. Salah satu pemain paling mengagumkan pada situasi tekanan dan cepat, kurang ajar, terampil, rumit dan seorang playmaker tak terbatas yang menyediakan campuran gol, assist, keterampilan dalam bergerak menipu. "[19] Mantan gelandang Portugal, Rui Costa, mengatakan: "... tidak banyak pemain yang bisa mencetak gol dan passing seperti dia. Dia sungguh menakjubkan. Dia adalah pemain yang langka karena assist yang dapat memberikan bola dari arah mana saja"[20] ia juga salah satu pemain yang telah menyempurnakan gerak "Elastico"

BERBAKAT



Ronaldo Assis de Moreira (lahir di Porto Alegre, Brasil, 21 Maret 1980; umur 35 tahun) atau lebih dikenal dengan Ronaldinho (pelafalan dalam bahasa Portugis: [ʁonawˈdʒĩɲu]) adalah pemain sepak bola berkebangsaan Brasil yang bermain untuk Atlético Mineiro dan tim nasional Brasil. Ia bisa bermain sebagai gelandang serang, second striker atau penyerang. Terkenal karena skill luar biasa, trik, dribbling, tendangan overhead, blind passing dan tendangan bebas, Ronaldinho secara luas dianggap sebagai salah satu pemain terbaik dari generasinya.[2][3]
Ronaldinho pernah bermain untuk Grêmio, Paris Saint-Germain, Barcelona, A.C. Milan dan Flamengo sebelum bergabung dengan Atlético Mineiro pada bulan Januari 2011.[4] Saat di Barcelona, Ia berhasil meraih gelar Liga Champions UEFA dan gelar Ballon d'Or tahun 2005.
Ronaldinho dua kali mendapatkan gelar Pemain Terbaik Dunia FIFA, yaitu pada tahun 2004 dan 2005. Ia pernah menjadi pemain dengan penghasilan tertinggi, melampaui David Beckham dari LA Galaxy.[5]
"Ronaldinho" adalah nama panggilan dan panggilan sayang dari nama depannya "Ronaldo." Sebelum bermain di Eropa, orang-orang Brasil memanggilnya "Ronaldo Gaúcho", untuk membedakannya dengan Ronaldo, rekannya di timnas Brasil. Setelah Ronaldo hijrah ke Eropa, ia tidak lagi menggunakan nama "Gaúcho" namun memilih nama Ronaldinho yang lebih dikenal hingga kini.
Ronaldo memiliki kewarganegaraan ganda Brasil dan Spanyol. Ia mendapat pasport Spanyol pada bulan Januari 2007.[6]
Ronaldinho dilahirkan di kota Porto Alegre, ibukota negara bagian Rio Grande do Sul. Ibunya, Dona Miguelina Eloi Assis dos Santos ( putri Enviro Assis ),[7] adalah mantan pedagang yang belajar untuk menjadi seorang perawat. Ayahnya , João de Assis Moreira adalah seorang pekerja di galangan kapal dan pemain sepak bola untuk klub lokal Cruzeiro Esporte Clube ( tidak berhubungan dengan klub lainnya, Cruzeiro ).[8] Ia menderita serangan jantung fatal di kolam renang keluarga ketika Ronaldinho berusia delapan tahun. Setelah kakak Ronaldinho Roberto menandatangani kontrak dengan Grêmio, keluarganya pindah ke sebuah rumah di bagian Guarujá yang lebih layak dari sebelumnya di Porto Alegre, merupakan hadiah dari Grêmio untuk meyakinkan Roberto untuk tetap di klub . Karier Roberto akhirnya berakhir lebih cepat karena cedera .
Keterampilan sepak bola Ronaldinho mulai berkembang pada usia 8 tahun, dan ia pertama diberi julukan Ronaldinho karena ia pemain termuda dan pemain terkecil di pertandingan klub remaja.[9] Ia mengembangkan minat di futsal dan sepak bola pantai, yang kemudian diperluas untuk permainan sepak bola besar yang terorganisir. Sentuhan pertamanya dengan media saat usia tiga belas tahun, ketika ia mencetak 23 gol dalam semua kemenangan 23-0 melawan tim lokal.[10] Ronaldinho diidentifikasi sebagai rising star di Kejuaraan Dunia 1997 U-17 di Mesir, di mana ia mencetak dua gol pada adu penalti.[11][12]
Sekarang, Roberto bertindak sebagai manajer Ronaldinho, sedangkan adiknya Deisi bekerja sebagai koordinator persnya .[9][13] Ronaldinho menjadi seorang ayah untuk pertama kalinya pada 25 Februari 2005, setelah penari Brasil Janaína Mendes melahirkan putra mereka, yang bernama João seperti almarhum ayah Ronaldinho.[14]
Iklan Nike 2005 Ronaldinho, di mana ia diberi sepasang sepatu kemudian mulai juggling bola dan menendang voli membentur mistar gawang dan berulang tanpa bola menyentuh tanah, itu beredar di YouTube menjadi video pertama dalam situs tersebut yang mencapai satu juta views.[15]
Ronaldinho bergabung dengan PBB untuk edukasi masyarakat tentang AIDS pada tahun 2011. Dan pada Juni 2013, ia meluncurkan line sendiri untuk kondom bernama Sex Free.[16]
Pada Agustus 2013 , Ronaldinho mengungkapkan dalam sebuah wawancara dengan majalah Playboy Brasil bahwa ia sering melakukan seks sebelum pertandingan dengan Barcelona dalam rangka untuk meningkatkan permainannya.[17]
Gaya bermain
Ronaldinho dianggap sebagai salah satu pemain yang paling mahir dari generasinya.[18] ESPN menggambarkan dia sebagai "mahir dari alam"(bakat alami), trik yang tak tertandingi dan memainkan bola dengan indah di kakinya. Salah satu pemain paling mengagumkan pada situasi tekanan dan cepat, kurang ajar, terampil, rumit dan seorang playmaker tak terbatas yang menyediakan campuran gol, assist, keterampilan dalam bergerak menipu. "[19] Mantan gelandang Portugal, Rui Costa, mengatakan: "... tidak banyak pemain yang bisa mencetak gol dan passing seperti dia. Dia sungguh menakjubkan. Dia adalah pemain yang langka karena assist yang dapat memberikan bola dari arah mana saja"[20] ia juga salah satu pemain yang telah menyempurnakan gerak "Elastico". [21] He is also one of the players who has perfected the "Elastico" move.[22]
Prestasi
Grêmio
  • Copa Sul : 1999
  • Rio Grande do Sul State Championship: 1999
Paris Saint-Germain
Barcelona
AC Milan
Flamengo
  • Taça Guanabara: 2011
  • Taça Rio: 2011
  • Campeonato Carioca: 2011
Internasional
Individual
  • Bola Emas Piala Konfederasi FIFA: 1999
  • Sepatu Emas Piala Konfederasi FIFA:: 1999
  • Top Skor Rio Grande do Sul State Championship: 1999
  • FIFA World Cup All-Star Team: 2002
  • FIFA 100
  • Balón d'Or Award: 2003–04, 2005–06
  • EFE Trophy: 2004
  • Pemain Terbaik Dunia FIFA: 2004, 2005
  • Penyerang Terbaik Klub UEFA: 2004–05
  • Pemain Terbaik Eropa: 2005
  • Pemain Terbaik Dunia FIFPro: 2005, 2006
  • Pemain Terbaik Klub UEFA: 2005–06
  • Tim Terbaik UEFA: 2003–04, 2004–05, 2005–06
  • FIFPro World XI: 2004–05, 2005–06, 2006–07
  • Golden Foot: 2009

Jumat, 02 Januari 2015

Perilaku Remaja jaman sekarang berbeda jauh dengan dengan remaja tempo dulu yang suka malu-malu dan takut dengan norma-norma dan aturan agama. Pergaulan bebas di jaman sekarang sudah bukan hal yang dianggap tabu lagi bagi kalangan remaja. Sungguh merupakan hal yang tidak bisa dipersalahkan lagi, karena remaja-remaja sekarang tidak mau dianggap ketin
Remaja Sekolah Indonesia
Indikasi keterlibatan remaja-remaja dalam perilaku se*s bebas semakin terlihat. Setidaknya remaja yang sedang dimabuk kasmaran, minimalnya mereka melakukan tindakan yang mengarah pada proses awal sebelum terjadi penetrasi yang tidak layak mereka lakukan.
ggalan jaman dan lebih menyukai trend mode dan mengikuti alur jaman yang semakin maju,jangankan di usia remaja, anak yang baru menginjak Sekolah Dasar saja sudah mengerti apa itu berpacaran, bahkan banyak dari anak SD tersebut yang sudah belajar untuk memadu kasih, ya biarpun dalam istilahnya cinta monyet, tapi nantinya juga akan menjurus pada yang tidak diharapkan, sungguh tragis,
Adegan berciuman merupakan bumbu dari berpacaran, kata mereka “berpacaran tanpa berciuman / cipokan akan terasa hambar dan tidak mempunyai makna tersendiri”.
Berawal dari adegan berciuman, pada umumnya para remaja tidak bisa mengontrol diri karena mereka pada merasakan rangsangan yang sangat kuat dari berciuman, saling raba-meraba dan akhirnya terjadi penetrasi. Siapa yang rugi? Pasti kerugian akan diderita oleh sang wanita.
Sungguh mengkhawatirkan pergaulan remaja di Indonesia saat ini. Indikasi keterlibatan mereka dalam perilaku se*s bebas semakin terlihat. Minimal, mereka melakukan tindakan yang mengarah pada proses awal sebelum terjadi penetrasi yang sangat tidak diharapkan.
Dikutip oleh Tempo dari Maria Ulfah Anshor, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), mulainya berbagai adegan yang mengarah pada urusan se*sual ini tidak lepas dari aktivitas pacaran dini. Banyak remaja Indonesia sudah melakukan pacaran kala usia mereka 12 tahun. Usia ini adalah usia rata-rata remaja saat ini dalam melakukan pacaran.

RESENSI FILM THE RAID 



Judul Internasional : The Raid Redemption
Negara & Tanggal Rilis : Indonesia, 23 Maret 2012
Klasifikasi : 17+
Genre : Laga
Bahasa : Bahasa Indonesia
Warna : Warna
Status : Selesai / Rilis
Durasi : 100 Menit
Tersedia di FilmShop dalam format : DVD, VCD
Harga : Rp.59.000

Produser : Ario Sagantoro
Sutradara : Gareth Evans
Penulis Naskah : Gareth Evans

Pemain :
Pemeran Utama : Iko Uwais Sebagai  Rama
Pemeran Pembantu : Ananda George Sebagai Ari
                                     Donny Alamsyah Sebagai Andi
                                     Eka Rahmadia Sebagai Dagu
                                     Fikha Effendi Sebagai Istri Rama
                                     Joe Taslim Sebagai Jaka
                                     Pierre Gruno Sebagai Wahyu
                                     R. Iman Aji Sebagai Eko
                                     Ray Sahetapy Sebagai Tama
                                     Tegar Satria Sebagai Bowo
                                     Verdi Solaiman Sebagai Budi
                                     Yayan Ruhian Sebagai Mad Dog
                                     Iang Darmawan
Crew :
Tim Produksi
Produser Eksekutif : Irwan D. Musry, Nathaniel Bolotin, Rangga Maya Barack-Evans, Todd Brown

Tim Tata Kamera
Penata Kamera :  Matt Flannery

Tim Tata Artistik
Perancang Produksi : T’Moty’ D. Setyanto

Tim Pasca Produksi
Penyunting Adegan : Gareth Evans
Penata Musik Dan Suara : Aria Prayogi, Fajar Yuskemal Tamin

Produksi
Production Companies : PT. Merantau Films
                                           XYZ Films

Distributor : Sony Pictures Worldwide Acquisitions
                        Alliance Films
                        Celluloid Nightmares

Sinopsis Singkat :
Film laga tentang segerombolan pasukan khusus SWAT yang dikirim untuk memusnahkan tempat bandar narkotik dan menangkap pemiliknya.

Sinopsis Lengkap :
Tim SWAT (Special Weapons And Tactics), atau pasukan khusus tiba di sebuah blok apartemen yang tidak terurus dengan misi menangkap pemiliknya, raja bandar narkotik bernama Tama. Blok ini tidak pernah digerebek oleh polisi sebelumnya. Sebagai tempat yang tidak dijangkau oleh pihak berwajib, gedung tersebut menjadi tempat berlindung para pembunuh, anggota geng, pemerkosa, dan pencuri yang mencari tempat tinggal aman.
Mulai bertindak di pagi buta, kelompok SWAT diam-diam merambah ke dalam gedung dan mengendalikan setiap lantai yang mereka naiki dengan mantap. Tetapi ketika mereka terlihat oleh pengintai Tama, penyerangan mereka terbongkar. Dari penthouse suite-nya, Tama menginstruksikan untuk mengunci gedung apartemen dengan memadamkan lampu dan menutup semua jalan keluar.
Terjebak di lantai 6 tanpa komunikasi dan diserang oleh penghuni apartemen yang diperintahkan oleh Tama, tim SWAT harus berjuang melewati setiap lantai dan setiap ruangan untuk menyelesaikan misi mereka dan bertahan hidup.

Lain-lain :  -    Film ini diputar di ajang 16th Busan International Film Festival (October 6-  14, 2011) dalam bagian Midnight Passion.
-          Film ini diputar di ajang 44th Sitges Film Festival (October 6th-16th, 2011) dalam bagian Casa Asia.
-          Film ini diputar di ajang 8th Hong Kong Asian Film Festival (October 18-November 18, 2011) dalam bagian Midnight Craze.
-          Distribusi untuk Amerika Serikat dibeli oleh Sony Pictures, Kanada oleh Alliance Films, sedang agen untuk penjualan internasional dipegang oleh Celluloid Nightmares.
-          Film ini meraih penghargaan spesial dalam ajang Jogja-Netpac Asian Film Festival 2011 karena mempromosikan pencak silat melalui sinema.
-          "The Raid" juga diputar di ajang South by Southwest Film Festival (SXSW) di Austin, Texas 2012.
-          Film ini tadinya mempunyai 2 judul: "The Raid" itu untuk pasar Hollywood dan "Serbuan Maut" untuk Indonesia. Namun supaya tidak lagi membuat rancu, judul "Serbuan Maut" dihilangkan. Yang dipakai hanya "The Raid".
-          Film ini mendapat penghargaan nasional Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari Wakil Presiden Boediono dengan kategori tokoh visioner dengan tema Hak Cipta Ekonomi Kreatif.
-          Surat kabar Inggris "The Guardian" yang mengulas film ini menyebutkan, "The Raid" sebagai film yang benar-benar luar biasa.
-          Film ini pernah masuk menjadi 15 besar box office di Amerika denngan posisi ke 11. Dalam periode 13-15 April 2012 film The Raid mendapatka total pendapatan sebesar 2.568.000 juta Dollar. Film ini diputar di 881 layar bioskop Amerika.
-          Film Ini juga di putar di Inggris pada 18 Mei 2012, film laga Indonesia ini sukses menembus peringkat lima box office Inggris Raya, dengan pendapatan sebesar £438 ribu atau setara dengan Rp6,4 miliar.



Kelebihan : Film ini tidak membuat jenuh para penonton, karena disetiap adegan selalu ada pertunjukan yang ekstrim dan menegangkan sehingga para penonton antusias mengikuti jalannya cerita film ini. Selain itu film ini juga mendapat banyak penghargaan, salah satunya yaitu meraih penghargaan spesial dalam ajang Jogja-Netpac Asian Film Festival 2011 karena mempromosikan pencak silat melalui sinema.


Kekurangan : Film ini khusus dipertunjukan hanya untuk orang dewasa, karena dalam film ini hampir disemua adegannya berunsur kekerasan, jadi apabila ada anak dibawah umur ingin menonton film ini harus didampingi oleh orang tuanya.


Saran : Film ini harus ditonton, karena selain seru dan menegangkan juga akan banyak kejadian yang tidak terduga didalam film ini yang akan kita lihat.